Anjing senior dapat mengalami kondisi mirip Alzheimer pada manusia yang disebut sebagai Canine Cognitive Dysfunction Syndrome atau demensia anjing, yang menyerang hingga 60 persen anjing berusia di atas 8 tahun.
Berdasarkan data medis hewan, kerentanan anjing terhadap gangguan kognitif ini meningkat setidaknya sebesar 50 persen setiap tahunnya seiring bertambahnya usia hewan.
Kelompok ahli neurologi dan perilaku hewan menggunakan akronim DISHAA untuk mendeskripsikan enam tanda utama demensia pada anjing peliharaan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeEnam gejala tersebut meliputi disorientasi, penurunan interaksi sosial, gangguan tidur, masalah memori atau buang air sembarangan, perubahan aktivitas, serta kecemasan berlebih.
Pemeriksaan dan Penanganan Demensia pada Anjing
Pemilik hewan disarankan mengisi kuesioner DISHAA secara mandiri dan membawanya ke dokter hewan guna membantu proses diagnosis klinis secara tepat.
Dokter hewan biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh serta tes darah guna menyingkirkan kemungkinan penyakit lain seperti tumor otak atau hipotiroidisme.
Meskipun belum ada obat yang terbukti menghentikan perkembangan penyakit ini secara total, pemberian suplemen asam lemak omega-3 dan makanan khusus dapat membantu memperlambat penurunan kognitif.
Stimulasi mental melalui mainan interaktif, latihan fisik rutin, serta interaksi sosial yang konsisten terbukti efektif menjaga kualitas hidup anjing di usia senja.