Prototip Bugatti Tourbillon mengalami insiden kecelakaan ringan di jalan dua jalur wilayah pegunungan Sierra Nevada, Spanyol pada awal September 2026. Mobil hiper mewah berbalut kamuflase itu ditabrak dari belakang oleh sebuah Volkswagen Polo saat berhenti di lampu merah.
Rekaman video insiden tersebut pertama kali diunggah oleh akun pemerhati mobil asal Granada dan berhasil mendulang lebih dari 10 juta penonton di berbagai platform media sosial dalam waktu 24 jam. Tidak ada laporan korban luka akibat tabrakan antara hypercar bernilai fantastis dan hatchback pabrikan Jerman tersebut.
Bugatti Tourbillon dibanderol seharga 3,8 juta euro atau setara dengan Rp65 miliar sebelum pajak dan opsi tambahan. Kendaraan ini diproduksi terbatas sebanyak 250 unit dan mengusung mesin V16 berkapasitas 8,3 liter bertenaga 1.000 horsepower yang dipadukan dengan tiga motor listrik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKombinasi mesin tersebut menghasilkan total tenaga hingga 1.800 horsepower dengan klaim akselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya dalam waktu 2 detik. Sementara itu, Volkswagen Polo yang menabraknya merupakan salah satu mobil entry-level dengan harga sekitar 25.000 euro.
Dampak Tabrakan dan Nasib 250 Pemesan Bugatti Tourbillon
Struktur bodi Bugatti Tourbillon menggunakan monokok serat karbon terintegrasi yang memerlukan penanganan khusus di markas besar Molsheim, Prancis. Kerusakan pada bagian belakang prototipe ini berpotensi mengganggu jadwal pengujian ketahanan pabrikan asal Prancis tersebut.
Insiden tabrakan di jalan pegunungan ini dipastikan tidak akan berdampak besar pada jadwal pengiriman unit bagi para pembeli. Bugatti menyediakan armada pengujian terpisah yang tidak menggunakan nomor identifikasi kendaraan milik konsumen demi menjaga kelancaran produksi.
Pihak kepolisian lalu lintas dan perusahaan asuransi umumnya menilai pengemudi kendaraan di belakang bertanggung jawab penuh karena gagal menjaga jarak aman. Aturan tersebut tetap berlaku meski kendaraan yang ditabrak merupakan prototipe langka yang disembunyikan di balik balutan stiker kamuflase.
Kejadian serupa pernah dialami oleh pemilik supercar lain seperti Ferrari 812 Competizione A yang mengalami kecelakaan di Malibu. Biaya perbaikan untuk kendaraan mewah bermesin khusus selalu memerlukan anggaran besar dan penanganan teknisi ahli tersertifikasi.
Bagi para kolektor dan 250 pemesan yang telah menyetor uang muka, insiden ini menjadi catatan unik dalam sejarah pengembangan Bugatti Tourbillon. Hypercar bernilai miliaran rupiah tersebut tetap harus tunduk pada hukum lalu lintas dan aturan jarak aman di jalan raya.