Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence saat ini tidak bisa dilepaskan dari kemajuan bidang yang berfokus pada interaksi antara komputer dan bahasa manusia. Bidang tersebut dikenal luas dengan nama Natural Language Processing atau yang biasa disingkat sebagai NLP.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Secara definisi, Natural Language Processing adalah subbidang ilmu komputer yang berkaitan erat dengan kecerdasan buatan, pengambilan informasi, representasi pengetahuan, serta linguistik komputasional. Sistem NLP dirancang untuk mampu mengenali, memahami, menginterpretasikan, hingga menghasilkan bahasa alami yang digunakan sehari-hari oleh manusia.
Sejarah perkembangan NLP sendiri memiliki akar yang cukup panjang sejak tahun 1950-an. Pada masa itu, matematikawan terkemuka Alan Turing mempublikasikan artikel penting yang memuat gagasan tes Turing sebagai kriteria awal untuk mengukur kemampuan kecerdasan suatu mesin.
"Pada awal perkembangannya, sistem pemrosesan bahasa alami sangat bergantung pada aturan buatan tangan yang kompleks dan kaku," ungkap salah satu peneliti teknologi informasi dalam ulasan sejarah komputasi.
Memasuki akhir tahun 1980-an, revolusi besar terjadi dalam dunia NLP dengan diperkenalkannya algoritma machine learning. Pendekatan statistik dan jaringan saraf tiruan atau neural networks secara perlahan mulai menggantikan pendekatan aturan simbolik yang sebelumnya mendominasi.
Kini, dengan hadirnya model bahasa berskala besar dan teknologi neural network modern, kemampuan NLP semakin canggih dalam meniru perilaku kognitif manusia. Teknologi ini menjadi fondasi utama di balik berbagai inovasi aplikasi cerdas yang kita gunakan sehari-hari.