Mini Cooper generasi terbaru berpeluang besar beralih menggunakan sistem penggerak roda belakang demi menyesuaikan dengan platform kendaraan listrik Gen6 terbaru milik induk perusahaan BMW. Perubahan radikal ini menjadi salah satu perombakan teknis terbesar sepanjang sejarah jenjang model ikonik tersebut sejak diperkenalkan pada 1959.
Berdasarkan laporan Autocar, arsitektur Gen6 dirancang secara khusus di sekitar unit penggerak listrik utama pada roda belakang tanpa rencana awal pengembangan unit penggerak depan tunggal. Kondisi teknis ini memaksa pihak pabrikan untuk menentukan pilihan antara merancang perangkat keras baru khusus penggerak depan atau beralih sepenuhnya ke penggerak belakang.
Petinggi pengembangan BMW, Joachim Post, menyatakan bahwa perusahaan akan selalu mengutamakan solusi optimal terkait kemasan kendaraan dengan menitikberatkan pada aspek kenikmatan berkendara. Meskipun demikian, pihak eksekutif belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keputusan akhir terkait konfigurasi penggerak roda untuk model penerus tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, model bermesin pembakaran internal atau bensin diprediksi bakal tetap mempertahankan konfigurasi penggerak roda depan dan terus dipasarkan hingga memasuki dekade 2030-an. Hal ini memunculkan kemungkinan besar adanya pemisahan jalur mekanis antara varian listrik dan bensin meskipun keduanya mengusung bahasa desain serupa.
Dampak Perubahan Platform Terhadap Karakter Berkendara
Kepala Desain Mini, Holger Hampf, menegaskan bahwa proporsi bodi khas seperti overhang pendek dan posisi roda di sudut-sudut kendaraan akan tetap dipertahankan pada generasi mendatang. Desain tersebut bahkan dikabarkan bakal mengambil inspirasi dari model R50 yang merupakan era awal pengembangan Mini di bawah kepemilikan BMW.
Peralihan sistem penggerak menuju roda belakang dinilai mampu memberikan sejumlah keuntungan positif bagi para pengemudi yang mengutamakan performa dan kenyamanan. Dengan memindahkan tugas penyaluran tenaga dari roda depan, respons kemudi diklaim bakal terasa jauh lebih murni dan traksi saat akselerasi keras menjadi lebih optimal.
Kendati konfigurasi mekanis mengalami perubahan drastis, Mini berkomitmen menjaga ukuran dimensi kendaraan agar tetap kompak dan fungsional untuk penggunaan harian. Pihak pabrikan berupaya menghadirkan dimensi yang mendekati era generasi pertama New Mini meskipun harus mengakomodasi struktur baterai modern.
Hingga saat ini, rencana peralihan ke sistem penggerak belakang masih sebatas tahap pengembangan awal dan belum mendapatkan lampu hijau final untuk jalur produksi massal. Jika keputusan tersebut direalisasikan, Mini bakal menjadi salah satu contoh langka pabrikan otomotif yang membalikkan tradisi penggerak depan menjadi penggerak belakang.
Keputusan strategis ini tentu akan menjadi babak baru yang sangat menarik dalam sejarah panjang perjalanan kendaraan hatchback legendaris asal Inggris tersebut di kancah otomotif global.