Misi penyelamatan Teleskop Swift milik NASA resmi dibatalkan setelah menghadapi berbagai kendala teknis operasional di orbit luar angkasa. Keputusan tersebut diumumkan oleh badan antariksa Amerika Serikat bersama perusahaan rintisan Katalyst Space Technologies setelah wahana penyelamat Link gagal dikendalikan dengan stabil.
Berdasarkan laporan CBS News, Katalyst menyatakan bahwa wahana Link tidak akan melanjutkan upaya menangkap dan menaikkan orbit teleskop Swift karena masalah pada sistem pemosisian. Akibat kegagalan tersebut, teleskop yang telah beroperasi selama lebih dari dua dekade itu dipastikan akan terjun bebas dan terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.
Sebelumnya, NASA menggelontorkan dana senilai USD 30 juta kepada Katalyst guna menyelamatkan observatorium luar angkasa dari penurunan orbit akibat aktivitas matahari yang ekstrem. Kendati demikian, wahana penyelamat mengalami putaran tak terkendali usai meluncur pada awal Juli lalu, sehingga memaksa tim menghentikan misi ambisius tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAdministrator NASA Jared Isaacman menyatakan bahwa hasil akhir ini memang bukan target utama yang diharapkan oleh tim, meski upaya tersebut tetap bernilai penting bagi pengembangan teknologi masa depan. Sebagai bagian dari kompensasi, Katalyst akan terus mengoperasikan wahana Link di dekat teleskop untuk menguji coba kapabilitas manuver pemulihan satelit.
Dari analisis Kabayan News, insiden jatuhnya teleskop Swift memberikan dampak besar terhadap masa depan observasi fenomena kosmik berenergi tinggi seperti ledakan sinar gamma. Mengingat ketiadaan pendorong bawaan pada satelit tersebut, penurunan ketinggian diperkirakan akan semakin cepat seiring bertambah padatnya lapisan atmosfer bawah.