Kabayan News Kabayan News
/home / berita / OpenAI Gandeng Universitas Yonsei...
BERITA

OpenAI Gandeng Universitas Yonsei untuk Penelitian AI Lanjutan di Korea Selatan

By Redaksi Kabayan News 3 min read 18 Agustus 2026
OpenAI menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Yonsei untuk penelitian AI tingkat lanjut

OpenAI menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Yonsei untuk penelitian AI tingkat lanjut

Perusahaan kecerdasan buatan asal San Francisco, OpenAI, secara resmi memilih Universitas Yonsei di Korea Selatan sebagai salah satu institusi partisipan dalam inisiatif pendanaan 14 proyek riset independen secara global. Inisiatif ini mencakup lembaga riset dan universitas di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Brasil, Singapura, serta Korea Selatan.

Melalui program ini, OpenAI menyediakan total dana riset gabungan sebesar 1 juta dolar serta kredit API OpenAI hingga 1 juta dolar yang didistribusikan ke dalam 14 proyek terpilih. Program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat memperluas peluang ekonomi dan memperkuat ketahanan sosial di tengah kemajuan pesat teknologi.

Dalam keterangannya, Lee Sang-hyun selaku Kepala Urusan Global Asia Pasifik di OpenAI menyatakan, "Kami berharap penelitian ini akan membantu pemerintah dan masyarakat merancang kebijakan yang sesuai dengan kondisi lokal dan memperluas diskursus publik mengenai peluang ekonomi serta ketahanan sosial di era AI."

Selain itu, ia juga menambahkan, "Kami berharap riset Yonsei menjadi teladan penggunaan AI yang bertanggung jawab guna berkontribusi bagi Dewan Perwakilan Rakyat serta perkembangan demokrasi Korea."

Fokus Penelitian Akuntabilitas Demokratis Menggunakan AI

Di Korea Selatan, Universitas Yonsei terpilih untuk menjalankan proyek khusus bertajuk "akuntabilitas demokratis menggunakan AI". Para peneliti di universitas tersebut akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk menganalisis catatan pertemuan Majelis Nasional guna menilai efektivitas pengawasan legislatif terhadap pemerintah.

Seluruh temuan dari penelitian ini nantinya akan diverifikasi secara independen oleh berbagai peneliti guna memastikan objektivitas dan akurasi data yang dihasilkan. Pekerjaan yang didanai ini tidak hanya berbentuk laporan riset semata, melainkan juga mencakup model kebijakan, purwarupa, kumpulan data, serta kerangka evaluasi untuk pengujian dunia nyata.

Inisiatif global ini menyoroti dua pertanyaan utama, yaitu bagaimana AI mampu memperluas peluang ekonomi agar produktivitas dapat dinikmati bersama, serta bagaimana masyarakat dapat membangun ketahanan melalui keamanan AI, berbagi informasi lintas batas, dan penggunaan AI yang bertanggung jawab dalam kebijakan publik.

OpenAI sendiri mengaku telah menerima proposal dari lebih dari 400 individu serta organisasi sebelum akhirnya memilih proyek-proyek berdasarkan kelayakan, efisiensi biaya, dan penerapan pendekatan kebijakan yang bertanggung jawab.

Kerangka Kebijakan Global dan Rencana Masa Depan

Program pendanaan riset ini merupakan kelanjutan dari kerangka kerja Kebijakan Industri untuk Era Kecerdasan yang diterbitkan oleh OpenAI pada bulan Juni lalu. Dalam kerangka tersebut, perusahaan berkomitmen untuk mendukung institusi eksternal yang beroperasi secara independen dalam menguji gagasan kebijakan guna memperluas manfaat kecerdasan buatan tingkat lanjut.

OpenAI mencatat bahwa ChatGPT saat ini telah digunakan oleh 1 miliar orang di seluruh dunia dari berbagai latar belakang wilayah, tingkat pendapatan, serta kelompok usia. Oleh karena itu, keputusan mengenai pemanfaatan teknologi AI dinilai harus dibentuk melalui musyawarah demokratis, bukan sekadar ditentukan oleh perusahaan teknologi saja.

Seluruh proyek riset yang telah terpilih ini dijadwalkan akan berjalan selama enam bulan ke depan dengan hasil akhir yang rencananya akan dipublikasikan secara resmi pada tahun 2027 mendatang. Keterlibatan berbagai lembaga internasional diharapkan mampu memberikan wawasan komprehensif bagi pembuatan kebijakan di masa depan.

Proyek penelitian di Universitas Yonsei didasarkan pada proposal yang lolos seleksi ketat dari lebih dari 400 pendaftar global. Hasil akhir dari riset ini akan dipublikasikan pada tahun 2027 setelah melalui proses pengujian dan verifikasi independen.

__QUOTE__ ""Kami berharap penelitian ini akan membantu pemerintah dan masyarakat merancang kebijakan yang sesuai dengan kondisi lokal dan memperluas diskursus publik mengenai peluang ekonomi serta ketahanan sosial di era AI," ujar Lee Sang-hyun."

Topics
teknologi kecerdasan buatan openai universitas yonsei korea selatan
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.