OpenAI melaporkan mantan analis Goldman Sachs bernama Darren Zhou kepada FBI setelah mendapati percakapan mengerikan di ChatGPT berisi ancaman pembunuhan eksplisit terhadap mantan kekasihnya awal tahun ini.
Berdasarkan dokumen pengadilan yang dilaporkan oleh Palm Beach Post, pemuda berusia 25 tahun itu secara berulang menyampaikan niat kekerasan kepada chatbot.
Pengamatan Kabayan News menunjukkan bahwa kasus ini membuka kembali perdebatan pelik mengenai tanggung jawab perusahaan kecerdasan buatan dalam memoderasi konten serta potensi risiko psikologis dari interaksi chatbot.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan laporan penyelidikan, Darren Zhou melancarkan teror pesan ancaman, hinaan, serta konten seksual kepada sang mantan setelah hubungan asmara mereka kandas akibat perilaku posesif.
Dari analisis Kabayan News, jejak digital percakapan pada sistem AI kini menjadi barang bukti krusial bagi aparat penegak hukum dalam menjerat pelaku kejahatan siber maupun ancaman kekerasan.
Setelah penangkapan pada bulan Mei lalu, Darren Zhou sempat mendekam di tahanan sebelum akhirnya bebas bersyarat dengan kewajiban mengenakan gelang monitor kaki dan menjalani program rehabilitasi mental.