Pasar Malam Sekaten Solo tahun ini dilangsungkan secara terpisah di dua lokasi berbeda, yakni Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan Keraton Solo. Pelaksanaan tradisi tahunan ini menarik perhatian publik karena melibatkan berbagai pihak di lingkungan keraton.
Menanggapi hal tersebut, Pakubuwono XIV Hangabehi menyatakan bahwa perbedaan lokasi bukanlah masalah utama. Ia menekankan bahwa esensi terpenting dari kegiatan ini adalah memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut Hangabehi, tradisi menyemarakkan Grebeg Maulud sebagai peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW harus senantiasa berdampak positif. Ia berharap kegiatan pasar rakyat ini mampu mendongkrak perekonomian warga setempat secara optimal.
Pelaksanaan di Alun-alun Utara sendiri digagas bersama Lembaga Dewan Adat. Sementara itu, pihak lain di keraton menggelar aktivitas serupa di Alun-alun Selatan guna memfasilitasi para pedagang yang ingin berjualan.
Revitalisasi Alun-alun Selatan
Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat, GRAy Koes Murtiyah Wandansari, mengungkapkan bahwa Alun-alun Selatan sempat tidak dimanfaatkan selama bertahun-tahun. Kawasan tersebut kini kembali dihidupkan untuk berbagai kegiatan kerakyatan.
Pemanfaatan kembali kawasan tersebut bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional Keraton Surakarta melalui aktivitas para pedagang. Langkah ini dinilai efektif untuk menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi di sekitar keraton.
Meski demikian, Alun-alun Utara tetap diposisikan sebagai lokasi yang paling identik dengan perayaan utama Pasar Malam Sekaten. Kegiatan di tempat tersebut dikhususkan untuk menyambut perayaan tradisi Maulud Nabi.
Penyelenggaraan di dua lokasi ini diharapkan dapat berjalan lancar tanpa mengurangi makna tradisi yang sudah turun-temurun dilestarikan oleh masyarakat Solo dan sekitarnya.