Pasar perumahan Inggris mengalami stagnasi sepanjang Juli tanpa adanya perubahan harga properti menurut data terbaru dari Lloyds Bank. Rata-rata harga properti saat ini bertahan di angka GBP 299.253 di tengah dinamika ekonomi yang terus berlanjut.
Berdasarkan analisis Kabayan News, pertumbuhan tahunan sebesar 0,1% tercatat sebagai tingkat inflasi harga rumah paling lambat sejak November 2023. Tren ini menunjukkan bahwa pasar properti bergerak dalam kisaran yang sangat sempit dalam beberapa waktu terakhir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Rata-rata harga rumah relatif stabil selama hampir dua tahun, bergerak dalam kisaran sempit selama periode itu dan berada hanya 0,5% lebih tinggi dari posisi November 2024," ujar Amanda Bryden selaku Head of Mortgages di Lloyds Bank.
Amanda menjelaskan bahwa tren tersebut tetap bertahan meskipun pembeli dan penjual menghadapi latar belakang ekonomi yang semakin tidak pasti tahun ini. Faktor keterjangkauan masih menjadi tantangan utama bagi sebagian besar calon pembeli properti di wilayah tersebut.
Selain masalah keterjangkauan, gejolak geopolitik di Timur Tengah turut mendorong suku bunga KPR merangkak naik kembali setelah sempat melunak pada awal musim panas. Sensitivitas terhadap biaya pinjaman terlihat jelas dari data industri terbaru yang mencatat kenaikan moderat pada persetujuan KPR serta transaksi jual beli selesai pada Juni lalu.
Ke depan, pihak Lloyds Bank memperkirakan aktivitas pasar serta harga rumah bakal tetap relatif stabil hingga sisa tahun ini. Perkembangan situasi tersebut sangat bergantung pada pergerakan suku bunga KPR terhadap prospek inflasi serta tingkat kepercayaan rumah tangga secara luas.