Perjalanan KRL Commuter Line relasi Tanah Abang-Parung Panjang terhambat lantaran seorang pelajar SMA terserempet dan jatuh ke bawah rel di Stasiun Jurangmangu pada Senin, 10 Agustus 2026. Insiden tersebut bermula ketika korban nekat menaiki rangkaian kereta padahal posisi kereta belum berhenti secara sempurna di area peron stasiun.
Salah seorang penumpang bernama Amel menyampaikan detik-detik menegangkan saat peristiwa itu terjadi di depan matanya. Korban awalnya meletakkan tas gendong terlebih dahulu sebelum tiba-tiba melompat ke arah pintu KRL yang masih melambat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Jadi saya lagi nunggu mau ke Rangkas, si orang ini tiba-tiba taruh tas terus lompat terus jatuh," ujar Amel saat dikonfirmasi.
Keterangan serupa juga diungkapkan oleh saksi mata lain bernama Ayas yang melihat langsung posisi korban saat hendak naik ke dalam gerbong. Korban tersambar bodi kereta karena kondisi kereta masih melaju rapat dengan batas peron.
Kesaksian Penumpang di Stasiun Jurangmangu
"Jadi tragedinya itu adiknya ini mau naik tapi si kereta api belum berhenti jadi adiknya keserempet pak terus jatuh. Padahal kereta belum berhenti dan mepet banget peron," kata Ayas menjelaskan situasi di lokasi kejadian.
Akibat kecelakaan tersebut, operasional KRL Commuter Line mengalami hambatan selama kurang lebih 20 menit. Suasana di Stasiun Jurangmangu juga sempat dipadati oleh para penumpang yang merasa penasaran dan berkerumun di sekitar lokasi.
Situasi panik sempat dirasakan oleh para pengguna jasa transportasi massal rel tersebut ketika insiden mendadak terjadi di area peron. Posisi korban dilaporkan jatuh ke bawah rel kereta api tepat di bagian belakang gerbong tiga.
Petugas keamanan stasiun bersama warga sekitar langsung bergerak cepat memberikan pertolongan kepada korban yang terjatuh di jalur rel. Penanganan darurat ini dilakukan agar proses evakuasi bisa berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa lanjutan.