Proyek pembangunan elevated pedestrian deck Dukuh Atas senilai Rp 300 miliar resmi memasuki tahap tender kontraktor oleh PT MRT Jakarta untuk menghubungkan enam layanan transportasi publik utama di ibu kota.
Jembatan penyeberangan orang layang tersebut dirancang untuk mengintegrasikan Stasiun MRT Dukuh Atas, Stasiun KRL Sudirman, Stasiun BNI City, LRT Jabodebek, LRT Jakarta, serta halte Transjakarta secara mulus.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengamatan redaksi Kabayan News menunjukkan bahwa proyek strategis kawasan transit oriented development ini telah merampungkan tahap desain dasar serta studi kelayakan bersama Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang.
Penasihat Divisi Program Management Office MRT Jakarta, Agus Trihan menyatakan bahwa proses tender saat ini sudah diumumkan ke publik dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp 300 miliar.
"Kami sedang berada dalam proses tender yang diumumkan baru-baru ini dengan nilai investasi sekitar Rp 300 miliar," ujarnya dikutip dari laporan Jakarta Globe.
Berdasarkan analisis awak media Kabayan News, pembiayaan proyek ini dipastikan mandiri tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah demi menghindari kompleksitas kepemilikan aset infrastruktur.
Kepala Departemen Perencanaan TOD MRT Jakarta, Sagita Devi menjelaskan bahwa pendanaan bersumber dari kombinasi investasi internal perusahaan dan pinjaman tanpa membebani keuangan daerah.
"Proyek ini dibiayai MRT Jakarta sehingga tidak menggunakan dana APBD dengan porsi sekitar 50 persen dari investasi internal dan sisanya melalui kombinasi dana serta pinjaman," tuturnya.