Sebagaimana diwartakan oleh CartaCapital dalam siniar CartaMaterna, tantangan dalam mengasuh anak di era kontemporer semakin kompleks karena terjebak di antara dua kutub ekstrem, yaitu beban over-informasi dan hilangnya ruang komunal bagi para ibu baru.
Dalam perbincangan yang dipandu oleh Clara Whitaker tersebut, seorang bióloga dan psikoterapeuta bernama Dulce Amabis membedah bagaimana proses melahirkan dan merawat bayi kini dipenuhi oleh tuntutan kesempurnaan digital mulai dari aplikasi ponsel hingga algoritma internet.
Dulce Amabis menegaskan bahwa fenomena sosial saat ini membuat pengalaman membesarkan anak jauh lebih melelahkan secara psikologis dibanding masa lalu karena minimnya kebersamaan antarwarga dalam mendukung proses transisi menjadi orang tua.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip pernyataan Dulce Amabis dalam laporan media tersebut, "Es sangat sulit menjadi ibu hari ini dibandingkan di masa nenek kita dulu," yang menggambarkan betapa beratnya tekanan standar sosial modern terhadap perempuan.
Lebih lanjut, ia memberikan pandangan menenangkan bahwa naluri pengasuhan tidak instan dari buku panduan, melainkan tumbuh seiring proses interaksi langsung dengan anak sebagaimana ungkapan "Kamu akan belajar merawat bayi dengan merawatnya secara langsung."
Pakar kesehatan mental ini juga memperingatkan bahaya kecanduan gawai dan teori instan yang membuat ibu sering kali meragukan intuisi mereka sendiri dalam membaca kebutuhan dasar buah hati mereka.
Selain aspek psikologis, diskusi tersebut turut menyoroti pentingnya kehadiran jaringan pendukung nyata di rumah, seperti bantuan kerabat dalam menyiapkan makanan dan mengurus pekerjaan domestik bagi ibu yang baru melahirkan.
Namun di sisi lain, Dulce mengingatkan agar para ibu tidak menyerahkan seluruh proses pengasuhan kepada pihak ketiga secara berlebihan hingga kehilangan momen esensial dalam mengenali karakter unik sang anak.
Melalui penjelasan mendalam dalam episode perdana siniar tersebut, masyarakat diajak mencari titik keseimbangan antara memanfaatkan teknologi informasi dan kembali mendengarkan nurani dalam menjalani peran sebagai orang tua.