Dunia elektronika modern mengenal berbagai macam komponen mikro yang menunjang kecanggihan perangkat teknologi saat ini. Salah satu inovasi penting dalam sejarah semikonduktor adalah Hybrid Integrated Circuit atau yang sering disebut sebagai HIC.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berbeda dengan sirkuit terintegrasi monolitik atau monolithic IC yang seluruh komponennya dibuat dalam satu wafer tunggal, HIC merupakan sirkuit miniatur yang dibangun dengan menggabungkan berbagai perangkat individu terpisah. Komponen-komponen seperti transistor, dioda, resistor, hingga kapasitor dipasang dan dihubungkan pada sebuah substrat atau printed circuit board khusus.
Keunggulan utama dari penggunaan sirkuit hibrida ini terletak pada fleksibilitasnya untuk menampung komponen yang sulit atau bahkan tidak bisa dimasukkan ke dalam IC monolitik konvensional. Kapasitor berukuran besar, komponen lilitan, hingga kristal dapat diintegrasikan dengan lebih mudah menggunakan teknologi ini.
Dalam perkembangannya, teknologi pembuatan HIC kerap memanfaatkan metode film tebal maupun film tipis untuk jalur interkoneksinya. Meskipun banyak digantikan oleh sirkuit terintegrasi monolitik dalam sistem digital modern, teknologi hibrida tetap memegang peranan krusial terutama pada aplikasi sinyal analog, industri militer, hingga penerbangan luar angkasa.