Kesejahteraan hidup atau well-being merupakan ukuran seberapa baik kehidupan berjalan bagi seseorang, mencakup aspek intrinsik dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Peneliti mendiskusikan berbagai jenis kesejahteraan berdasarkan cara pengukuran, kepemilikan, serta domain kehidupan yang dipengaruhinya.
Kesejahteraan subjektif merujuk pada evaluasi dan perasaan seseorang mengenai kehidupannya sendiri, sedangkan kesejahteraan objektif mencakup faktor eksternal seperti kesehatan, pendapatan, dan keamanan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKajian mengenai kesejahteraan ini melibatkan banyak bidang ilmu seperti psikologi positif, filsafat, ekonomi, sosiologi, hingga kedokteran.
Tipe dan Komponen Kesejahteraan Hidup
Berbagai teori berusaha mengidentifikasi fitur esensial dari kesejahteraan, mulai dari hedonisme yang berfokus pada kesenangan hingga teori kepenuhan keinginan.
Kesejahteraan fisik berkaitan langsung dengan kondisi tubuh, kapasitas melakukan aktivitas fisik, serta ketiadaan penyakit dan rasa sakit.
Kesejahteraan psikologis atau kesehatan mental mencakup keseimbangan internal, kemampuan mengatasi situasi menantang, serta pemeliharaan hubungan positif.
Kesejahteraan sosial menyoroti kualitas dan jumlah koneksi interpersonal, termasuk kemampuan seseorang berfungsi secara optimal dalam lingkungan sosial.