Lennox International Inc. dikenal luas sebagai penyedia produk pengendali iklim terkemuka untuk pasar pemanas, ventilasi, tata udara atau HVAC, serta pendinginan di Amerika Serikat. Perusahaan multinasional yang berpusat di Richardson, Texas ini memiliki akar sejarah yang panjang sejak pertama kali didirikan pada akhir abad ke-19.
Bermula dari sebuah bengkel reparasi mesin kereta api milik Dave Lennox di Marshalltown, Iowa, pada tahun 1895, perusahaan ini mulai merintis usahanya. Dua penemu bernama Ezra William Smith dan Ernest Bryant membawa ide tungku batu bara berteras baja ke bengkel tersebut untuk membangun purwarupa, hingga akhirnya Lennox mengambil alih hak paten tersebut dan mendirikan Lennox Furnace Co.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepemimpinan perusahaan kemudian beralih ke tangan D.W. Norris pada tahun 1904, yang mengelola bisnis keluarga tersebut hingga akhir hayatnya pada tahun 1949. Seiring berjalannya waktu, kepemilikan saham perusahaan terus diwariskan turun-temurun kepada keturunannya, sebelum akhirnya resmi melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana pada tahun 1999.
Dalam perjalanannya, pabrik utama yang berlokasi di Marshalltown sempat mengalami kerusakan parah akibat terjangan angin tornado pada tahun 2018. Kendati demikian, pihak manajemen dengan sigap membangun kembali fasilitas tersebut hingga mampu menyerap ratusan tenaga kerja lokal dan mempertahankan kapasitas produksinya.
Ekspansi Bisnis dan Portofolio Global Lennox International
Ekspansi bisnis Lennox International ditandai dengan berbagai langkah akuisisi strategis selama beberapa dekade untuk memperkuat posisi mereka di pasar global. Pada tahun 1973, perusahaan sukses mengakuisisi Heatcraft beserta sejumlah merek turunannya seperti Larkin, Bohn, Chandler, dan Climate Control untuk memperluas lini produk pendingin.
Langkah ekspansi terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya melalui pembelian sejumlah entitas bisnis lain seperti Pyro Industries pada tahun 1998 yang memproduksi kompor pelet. Puncaknya pada Desember 2010, perusahaan merogoh kocek hingga US$138 juta demi mengakuisisi Kysor/Warren dari The Manitowoc Company.
Meskipun memiliki rekam jejak bisnis yang cemerlang, perusahaan juga sempat menghadapi beberapa tantangan hukum di kancah domestik Amerika Serikat. Salah satunya mencakup penyelesaian kasus diskriminasi usia pada tahun 1998 serta keterlibatan mereka dalam gugatan hukum class-action federal terkait dugaan koordinasi harga produk HVAC pada tahun 2026.
Hingga saat ini, fasilitas produksi terbesar milik Lennox tersebar di berbagai wilayah strategis termasuk Saltillo di Meksiko, Marshalltown di Iowa, serta Orangeburg di South Carolina. Perusahaan tetap menjadi pemain kunci di industri pengendali iklim global berkat komitmen inovasi serta jaringan merek komersial yang luas.