Kelenjar tiroid merupakan organ kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher, namun memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Organ tersebut memproduksi hormon yang berfungsi mengontrol seberapa cepat tubuh menggunakan energi, serta memengaruhi detak jantung, suhu tubuh, hingga pencernaan.
Berdasarkan laporan medis terkini, ketika tiroid memproduksi hormon terlalu sedikit atau terlalu banyak, berbagai fungsi tubuh dapat terganggu. Dua masalah paling umum adalah hipotiroid saat kelenjar kurang aktif dan hipertiroid ketika kelenjar terlalu aktif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut pengamatan redaksi, penyakit autoimun menjadi salah satu pemicu utama gangguan tiroid di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sendiri. Contoh nyatanya adalah tiroiditis Hashimoto yang merusak kelenjar sehingga memicu hipotiroid, serta penyakit Graves yang merangsang produksi hormon berlebih.
Selain faktor autoimun, asupan yodium, paparan radiasi, kebiasaan merokok, hingga faktor genetik turut memengaruhi kesehatan tiroid seseorang. Perempuan juga dilaporkan jauh lebih rentan mengalami gangguan tiroid dibandingkan laki-laki karena perbedaan sistem imun dan perubahan hormon.
Para dokter biasanya mendiagnosis masalah tiroid melalui pemeriksaan fisik serta tes darah untuk mengukur kadar hormon terkait. Penanganan medis akan disesuaikan dengan kondisi pasien, mulai dari terapi penggantian hormon hingga pemberian obat khusus.