Rekor baru penyeberangan Selat Inggris tercatat setelah sebuah perahu karet berukuran raksasa membawa 230 orang migran tiba di Inggris pada Senin dini hari waktu setempat. Peristiwa ini menjadi indikasi paling jelas bahwa sindikat penyelundup manusia di Prancis utara sedang mengadaptasi model bisnis mereka demi mengelabui aparat keamanan.
Otoritas Prancis mengungkapkan bahwa sebelum insiden kapal terbakar pekan lalu, telah terjadi sembilan kali penyeberangan menggunakan mega-dinghy sepanjang tahun ini. Meskipun jumlah total migran yang menyeberang turun drastis dibanding tahun lalu, penggunaan kapal berkapasitas masif ini membuktikan kecepatan sindikat dalam merespons patroli ketat di pantai utara Prancis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelumnya, perahu-perahu kecil rata-rata hanya mengangkut 50 hingga 60 orang saja, bahkan jauh lebih sedikit ketika penyeberangan semacam ini bermula pada 2018 lalu. Tren penggunaan perahu jumbo ini kian meningkat sejak adanya kebijakan pengembalian migran antara pemerintah Inggris dan Prancis.
Hannah Marwood selaku kepala akses hukum di lembaga kemanusiaan Care4Calais menyatakan bahwa kebijakan pengetatan yang berfokus pada pencegahan semata tidak akan menghentikan pencari suaka. "Deterrence tidak menghentikan orang mencari keselamatan, justru mendorong mereka ke bahaya dan eksploitasi yang lebih besar," ujarnya.
Ancaman Keselamatan Meningkat Akibat Kapal Raksasa
Sementara itu, pihak Home Office menegaskan bahwa insiden tersebut memperlihatkan cara-cara ceroboh sindikat kriminal yang mempertaruhkan nyawa para migran demi keuntungan. Pemerintah Inggris berkomitmen untuk menambah personel patroli di pesisir Prancis demi menekan angka penyeberangan ilegal lebih lanjut.
Penggunaan perahu mega-dinghy terbukti menghadirkan risiko kematian yang jauh lebih tinggi bagi para penumpang dibandingkan dengan armada konvensional berukuran lebih kecil. Kapal-kapal berukuran jumbo tersebut dipaksa menampung muatan melebihi batas aman demi meraup keuntungan maksimal dari para migran.
Insiden berbahaya sempat terjadi ketika sebuah perahu karet raksasa bermuatan 173 orang terbalik setelah mesinnya terbakar di tengah laut lepas. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi, namun beberapa di antaranya mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Organisasi non-pemerintah yang mendampingi para pencari suaka melaporkan bahwa banyak migran tetap nekat menunggu kesempatan di wilayah Prancis utara. Sebagian dari mereka bahkan merupakan individu yang sempat dipulangkan namun memilih kembali mencoba peruntungan demi mencapai wilayah Inggris.