Prancis dan Inggris harus segera melupakan mimpi buruk mereka setelah menelan kekalahan krusial di babak semifinal Piala Dunia 2026. Kedua raksasa Eropa ini kini harus mempersiapkan diri untuk melakoni laga perebutan tempat ketiga yang akan digelar pada Sabtu waktu setempat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Langkah Prancis untuk menembus babak final Piala Dunia tiga kali berturut-turut harus kandas di tangan Spain dengan kekalahan telak 0-2 pada Selasa lalu. Sementara itu, Inggris mengalami patah hati yang sama sehari kemudian setelah ditumbangkan Argentina dengan skor tipis 1-2.
Kondisi fisik dan emosional kedua tim dipastikan terkuras habis setelah melalui perjalanan panjang dalam turnamen yang kini diikuti oleh 48 tim tersebut. Laga perebutan medali perunggu konvensional ini kerap dianggap sebagai tugas yang kurang diinginkan oleh para pemain yang awalnya bermimpi mengangkat trofi juara di Amerika Utara.
"Tidak ada satu pun dari pemain ini, baik pemain Inggris maupun Prancis, yang sebenarnya ingin memainkan pertandingan ini. Mereka semua ingin bermain di partai final. Kami telah memberikan segalanya untuk bisa berada di final," ujar manajer Inggris, Thomas Tuchel.
Pertandingan yang akan digelar di Miami ini juga bakal menjadi panggung terakhir bagi Didier Deschamps. Laga ini sekaligus menutup 14 tahun masa baktinya bersama Les Bleus, di mana ia sukses mempersembahkan gelar juara Piala Dunia 2018, menembus final empat tahun berselang, dan mencapai tiga semifinal beruntun.
Meski pelatih berusia 57 tahun itu gagal mewujudkan ambisinya untuk hengkang dengan trofi juara dunia kedua sebagai pelatih, laga ini menjadi kesempatan terakhir bagi para pemain Prancis untuk memberikan perpisahan yang manis bagi sosok yang telah membangun fondasi kuat tim nasional mereka.
Di sisi lain, persaingan individu juga tetap memanas. Striker Prancis telah mengoleksi delapan gol di Piala Dunia kali ini dan total 20 gol sepanjang keikutsertaannya di turnamen ini, yang membuatnya berpeluang merebut sepatu emas (Golden Boot) sekaligus mendekati rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa.
Saat ini, bintang Argentina Lionel Messi masih memimpin daftar top skor dengan torehan delapan gol dan empat assist. Sementara itu, duo andalan Tiga Singa, Harry Kane dan Jude Bellingham, menguntit di belakang dengan catatan masing-masing enam gol dan masih memiliki peluang tipis jika diturunkan dalam laga nanti.
Selain gengsi dan penghargaan individu, pertandingan ini juga memberikan kesempatan bagi para pemain pelapis kedua tim untuk menunjukkan taji di menit-menit akhir turnamen. Secara finansial, tim yang berhasil mengamankan peringkat ketiga juga akan membawa pulang hadiah sebesar 29 juta dolar AS, atau lebih banyak 2 juta dolar AS dibandingkan sang peringkat keempat.