Indonesia dan Tiongkok resmi sepakat untuk memperdalam jalinan kerja sama di bidang pertahanan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kemampuan personel militer kedua negara di masa depan.
Kesepakatan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin usai menerima kunjungan Menteri Pertahanan Tiongkok, Dong Jun, di Jakarta, Jumat (21/8/2026). Sjafrie menegaskan bahwa fokus kerja sama kali ini tidak terbatas pada aspek materiil, melainkan juga menyentuh pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Menurut Sjafrie, kedua negara berkomitmen untuk memperluas lingkup latihan bersama yang selama ini telah terjalin. Selain itu, pertukaran prajurit pun akan diperluas tidak hanya melibatkan tingkat perwira, melainkan juga menyasar level bintara dan tamtama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDikutip dari laporan Kompas, Sjafrie menjelaskan bahwa hubungan pertahanan kedua negara akan terus ditingkatkan baik melalui jalur formal maupun informal. "Kami bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan. Ini tidak hanya kerja sama materiil, tetapi juga kerja sama peningkatan kemampuan personel," ungkap Sjafrie.
Selain peningkatan kapasitas personel, kedua negara juga sepakat untuk memperkuat sinergi di sektor industri pertahanan. Sjafrie juga secara khusus mengundang Angkatan Bersenjata Tiongkok untuk terlibat lebih aktif dalam latihan bersama seperti Heping Garuda sebagai wujud konkret hubungan bilateral.
Kunjungan Dong Jun ke Indonesia sendiri berlangsung hangat. Sebelum bertolak ke Jakarta, Menhan Tiongkok tersebut sempat mengunjungi Bali. Sjafrie menyebutkan bahwa kesan positif terhadap kemiripan kebudayaan kedua negara menjadi modal penting untuk mempererat persahabatan di masa mendatang.
Sebagaimana diketahui, hubungan pertahanan Indonesia dan Tiongkok telah terjalin erat selama 19 tahun, sejak disepakatinya Defense Cooperation Agreement (DCA) pada tahun 2007. Komitmen berkelanjutan ini menegaskan posisi strategis kerja sama kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan.