Kepolisian India menembakkan gas air mata guna membubarkan ribuan massa demonstran menuntut reformasi ujian rekrutmen di negara bagian Jharkhand. Berdasarkan analisis Kabayan News, aksi unjuk rasa melibatkan ribuan mahasiswa dan pencari kerja yang berupaya mendekati gedung parlemen negara bagian di Ranchi.
Ribuan demonstran telah berkumpul selama lebih dari dua pekan terakhir untuk menyuarakan perombakan total sistem seleksi ujian pemerintah setempat. Suasana memanas ketika sebagian peserta aksi mencoba menerobos barikade pengamanan yang dijaga ketat oleh aparat penegak hukum.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAparat kepolisian terpaksa mengerahkan meriam air, pentungan, serta gas air mata demi mengendalikan situasi di lapangan. Superintendent Polisi Ranchi, Paras Rana, menyatakan bahwa sebagian besar peserta aksi sebenarnya bersikap damai namun ada kelompok kecil melakukan tindakan provokatif.
"Sekitar 90 persen mahasiswa bersikap damai, tetapi ada sebagian pihak tidak mengindahkan imbauan," ujarnya kepada awak media. Pihak kepolisian mengklaim telah mengerahkan kekuatan minimal seraya mengimbau massa agar tetap menjaga ketertiban umum.
Aksi protes ini dipicu oleh dugaan kecurangan serta kebocoran lembar jawaban ujian pegawai negeri sipil yang diselenggarakan oleh Jharkhand Public Service Commission. Menanggapi desakan publik, pemerintah setempat telah membatalkan sejumlah ujian terkait serta menangkap beberapa pejabat berwenang.
Meskipun pemerintah berjanji mengusut tuntas kasus ini melalui investigasi kepolisian, para pengunjuk rasa bersikeras melanjutkan aksi hingga seluruh tuntutan dipenuhi. Berdasarkan laporan terkini, dukungan politik dari berbagai pihak turut mewarnai dinamika demonstrasi berkepanjangan di wilayah tersebut.