Taiwan mengembangkan strategi pertahanan asimetris hellscape guna menghadapi potensi invasi militer dari China di kawasan Selat Taiwan.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, strategi pertahanan inovatif ini dirancang untuk mengubah keunggulan jumlah pasukan penyerang menjadi kerugian besar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAlih-alih menandingi armada tempur konvensional secara seimbang, Taiwan memilih mengerahkan ribuan sistem nirawak dalam jumlah masif.
Konsep hellscape mencakup pemanfaatan drone udara, drone permukaan, kendaraan nirawak bawah laut, ranjau laut, serta jaringan rudal canggih.
Tujuan utama dari strategi ini bukan menghancurkan seluruh militer lawan, melainkan membuat operasi invasi berjalan lambat, mahal, serta berisiko tinggi.
Istilah hellscape sendiri pertama kali dipopulerkan oleh mantan Kepala Komando Indo-Pasifik AS, Laksamana Samuel Paparo.
"Gagasan dasarnya sederhana, jika lawan memiliki keunggulan jumlah persenjataan, kita harus mengubahnya menjadi persoalan," demikian penjelasan konsep pertahanan tersebut.
Melalui taktik ini, militer China dipaksa mengeluarkan amunisi bernilai tinggi untuk menghadapi target nirawak yang jauh lebih murah.