Kepolisian Polandia resmi menahan dua wanita terlibat dalam insiden penyerangan dan perilaku agresif terhadap warga Ukraina di luar sebuah pub di kota Poznan. Menteri Dalam Negeri Polandia, Marcin Kiervinski, mengonfirmasi penangkapan tersebut setelah video kejadian viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.
Peristiwa bermula pada dini hari tanggal 13 Agustus di dekat pub CastaCraftowe, kawasan Kota Tua Poznan. Berdasarkan rekaman video diunggah oleh pegawai tempat hiburan malam tersebut, kedua pelaku terlihat berteriak menghina korban menggunakan bahasa menyinggung asal-usul mereka.
"Penyidik dari kantor polisi Poznan-Stare Miasto dan Markas Besar Kepolisian Kota Poznan telah menahan dua wanita dicurigai melakukan serangan berdasarkan kebencian nasional terhadap sekelompok warga Ukraina," demikian pernyataan resmi kepolisian setempat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan penyelidikan awal pihak berwenang, kedua tersangka berusia 35 dan 36 tahun diduga kuat berada dalam pengaruh alkohol saat melakukan aksi kekerasan tersebut. Selain melontarkan makian, pelaku dilaporkan melemparkan payung jalanan serta memukul para korban di lokasi kejadian.
Menanggapi maraknya insiden serupa, pengamatan Kabayan News menunjukkan gelombang protes solidaritas terhadap minoritas telah digelar di berbagai kota di Polandia termasuk Warsawa, Krakow, dan Gdansk. Aksi unjuk rasa bertajuk "Jangan acuh tak acuh" diselenggarakan oleh Komite Pembelaan Demokrasi sebagai respons atas lonjakan kasus kejahatan kebencian terhadap warga Ukraina.
Data terbaru mencatat kepolisian Polandia menerima 180 laporan dugaan kejahatan kebencian terhadap warga Ukraina selama paruh pertama tahun ini. Angka tersebut menunjukkan peningkatan lebih dari 30 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, sekaligus menjadi tantangan serius bagi penegak hukum dalam menjaga keamanan minoritas.