Adam Smith Institute meragukan estimasi AFL-CIO mengenai penurunan porsi pendapatan tenaga kerja atau labor share di Amerika Serikat yang diklaim mencapai titik terendah sejak Perang Dunia II. Berdasarkan laporan yang bersumber dari Biro Statistik Tenaga Kerja atau Bureau of Labor Statistics, angka tersebut memicu perdebatan panjang di kalangan pengamat ekonomi global.
Pengamat ekonomi Tim Worstall menyatakan bahwa pihaknya menemukan kejanggalan mendasar dalam metodologi perhitungan yang digunakan oleh lembaga buruh tersebut. Menurut pengamatan Adam Smith Institute, statistik yang dirilis tidak mencerminkan porsi tenaga kerja secara keseluruhan dalam perekonomian nasional.
Berdasarkan penelusuran lebih lanjut terhadap data resmi, kompensasi tenaga kerja yang dihitung ternyata mengecualikan para pegawai di sektor pemerintahan, institusi nirlaba, serta sektor rumah tangga. Mengutip laporan Tim Worstall, angka persentase 52,9 persen tersebut sebenarnya hanya merepresentasikan porsi tenaga kerja dari sektor swasta semata.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKesalahan estimasi tersebut dinilai bersumber dari penggunaan statistik produktivitas yang tidak dapat mengukur nilai output dari kelas pekerja sektor publik. Konsekuensinya, pengeluaran dan pendapatan besar yang mengalir ke sektor pemerintahan tidak tercatat secara akurat dalam perhitungan akhir labor share.
Adam Smith Institute mendesak adanya transparansi dan koreksi mendalam terkait penyajian data ekonomi agar publik tidak mendapatkan informasi yang keliru. Pengamat berharap perbaikan metodologi ini dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai distribusi pendapatan nasional yang sebenarnya di Amerika Serikat.