Pond Farm di Wisley Common mengalami penyusutan air paling parah dalam 17 tahun terakhir akibat gelombang panas berkepanjangan dan ketiadaan curah hujan selama lebih dari 50 hari di wilayah Surrey. Berdasarkan laporan Surrey Wildlife Trust (SWT), penurunan volume air kolam tersebut terlihat sangat drastis seiring berlangsungnya musim kemarau ekstrem.
Direktur Manajemen Cadangan SWT James Herd menyatakan bahwa dirinya belum pernah menyaksikan kondisi kolam sekering ini selama masa baktinya selama 17 tahun. Menurut pengamatan Kabayan News, fenomena alam tersebut menjadi indikator visual paling nyata mengenai skala kekeringan melanda Inggris tahun ini.
Dampak gelombang panas kelima melanda Inggris juga memicu stres kekeringan pada vegetasi sekitar. Berdasarkan data klimatologi, meteorolog di Wisley tidak mencatat adanya tetes hujan sama sekali selama lebih dari 50 minggu musim kemarau.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Di beberapa habitat, kami melihat pohon menggugurkan daun seperti musim gugur tiba... ini langkah perlindungan diri," ungkap Herd menjelaskan respons ekologis tanaman terhadap cuaca panas terik.
Herd menilai bahwa upaya mitigasi komprehensif mendesak disiapkan guna menghadapi durasi kering semakin panjang. Berdasarkan analisis Kabayan News, fenomena cuaca ekstrem berulang menuntut pihak pengelola kawasan konservasi mengadopsi strategi adaptasi jangka panjang berbasis pemulihan ekosistem alami.
Salah satu solusi potensial sedang dikaji adalah reintroduksi berang-berang ke kawasan tersebut guna membantu proses retensi air alami. Berdasarkan diskusi intensif bersama Natural England, rencana pelepasan hewan pengerat tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi hidrologi lahan basah secara optimal.