Profil Ali Said dikenal luas sebagai salah satu tokoh militer sekaligus penegak hukum berpengaruh dalam sejarah pemerintahan Indonesia. Lahir di Magelang pada 12 Juni 1927, beliau mengabdikan diri melalui karier panjang mulai dari lingkup militer hingga jabatan strategis di jajaran kabinet dan lembaga peradilan tertinggi negara.
Dalam catatan perjalanan kariernya, Ali Said pernah menduduki posisi sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia pada periode 1973 hingga 1981. Dedikasinya dalam penegakan hukum kemudian berlanjut ketika beliau dipercaya menjabat sebagai Menteri Kehakiman Indonesia mulai tahun 1981 sampai 1984.
Puncak pengabdiannya di dunia hukum tercapai saat beliau mengemban amanah sebagai Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia ke-7. Jabatan ini dipegang selama delapan tahun, tepatnya sejak 14 April 1984 hingga 1 Juli 1992, sebelum akhirnya beliau juga berkontribusi sebagai Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia pertama pada 1993.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagai perwira TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal, Ali Said tidak hanya dikenal karena kiprahnya di bidang pemerintahan. Beliau merupakan sosok yang aktif di Korps Hukum dan dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap sistem peradilan di tanah air sebelum wafat pada 28 Juni 1996.
Deretan Tanda Kehormatan dan Penghargaan
Sepanjang masa pengabdiannya, Ali Said menerima berbagai tanda kehormatan prestisius baik dari dalam maupun luar negeri atas dedikasi luar biasa bagi bangsa. Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata kontribusi beliau dalam berbagai jabatan strategis yang pernah diemban.
Beberapa tanda kehormatan nasional yang diterima di antaranya adalah Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, Bintang Dharma, hingga Bintang Gerilya. Beliau juga dianugerahi Bintang Bhayangkara Pratama dan berbagai Satyalancana atas kesetiaan serta pengabdian militer.
Selain penghargaan domestik, Ali Said juga mendapatkan apresiasi dari dunia internasional atas kiprah diplomatik dan hukumnya. Beliau tercatat menerima gelar Grand Officer of the Order of the Crown dari Belgia serta Order of Diplomatic Service Merit dari Korea Selatan.
Setelah wafat pada 28 Juni 1996, seluruh jasa dan pengabdian Ali Said diabadikan melalui pemakaman di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Nama beliau tetap dikenang dalam sejarah sebagai salah satu pilar penegakan hukum dan tokoh militer yang integritasnya diakui hingga saat ini.