Arswendo Atmowiloto lahir dengan nama Sarwendodi Surakarta Jawa Tengah pada tanggal 26 November 1948 dan tumbuh menjadi salah satu figur paling berpengaruh di dunia sastra serta jurnalistik Indonesia.
Semasa perjalanan kariernya yang gemilang, ia aktif menulis cerpen novel naskah drama hingga skenario film untuk berbagai majalah serta surat kabar terkemuka di tanah air.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNamanya semakin melejit setelah sukses menciptakan cerita populer berjudul Keluarga Cemara pada era 1970-an yang menceritakan kehidupan keluarga kecil jauh dari ibu kota.
Karya tersebut tidak hanya berhenti sebagai tulisan bersambung melainkan bertransformasi menjadi sinetron serta film layar lebar yang sangat dicintai masyarakat luas.
Jejak Perjalanan Kasus Tabloid Monitor dan Masa Penahanan
Majalah Tempo bahkan pernah menjulukinya sebagai penulis Indonesia paling produktif berkat konsistensi serta banyaknya karya tulis yang berhasil diselesaikannya.
Puncak kontroversi dalam karier jurnalistiknya terjadi ketika ia memimpin tabloid Monitor yang merilis hasil jajak pendapat pembaca mengenai tokoh-tokoh dikagumi pada tahun 1990.
Akibat pemuatan hasil jajak pendapat tersebut, ia harus menghadapi proses hukum ketat hingga akhirnya divonis hukuman penjara selama lima tahun oleh pengadilan.
Selama menjalani masa penahanan di balik jeruji besi, ia tetap menunjukkan produktivitas tinggi dengan menulis sekitar 20 buku termasuk karya berjudul Menghitung Hari.