Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Djuanda Kartawidjaja, Tokoh...
BERITA

Profil Djuanda Kartawidjaja, Tokoh Perumus Negara Kepulauan

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 11 Agustus 2026
Potret Djuanda Kartawidjaja tokoh nasional dan pencetus Deklarasi Djuanda

Potret Djuanda Kartawidjaja tokoh nasional dan pencetus Deklarasi Djuanda

Profil Djuanda Kartawidjaja mencatat perjalanan hidup seorang politikus sekaligus teknokrat brilian yang pernah memegang berbagai jabatan strategis di era kepresidenan Soekarno. Lahir di Tasikmalaya pada 14 Januari 1911, Djuanda mengawali rekam jejak akademisnya dari Technische Hoogeschool te Bandoeng atau kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung dengan menyandang gelar insinyur teknik pengairan pada tahun 1933.

Sebelum terjun ke kancah politik nasional, Djuanda mendedikasikan dirinya sebagai pendidik di Algemeene Middelbare School Muhammadiyah Jakarta serta mengabdi pada jawatan irigasi pemerintah kolonial. Ketekunan serta kapasitas profesional membawanya menduduki kursi Kepala Djawatan Kereta Api Republik Indonesia tepat pada awal kemerdekaan sebelum kemudian dipercaya memimpin Kementerian Perhubungan.

Puncak pengabdian politik Djuanda terjadi tatkala ia diangkat menjadi Perdana Menteri Indonesia ke-11 menggantikan Ali Sastroamidjojo pada 9 April 1957 sekaligus menjadi perdana menteri terakhir dalam sejarah kabinet parlementer Indonesia. Selepas dikeluarkannya Dekrit Presiden 1959, ia bertindak sebagai Menteri Pertama merangkap Menteri Keuangan dalam Kabinet Karya I.

Warisan terbesar ditinggalkan oleh Djuanda bagi kedaulatan Nusantara adalah Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957. Deklarasi revolusioner tersebut mengubah konstelasi geopolitik maritim dengan menyatakan bahwa seluruh perairan di sekitar, di antara, dan di dalam kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan wilayah utuh NKRI.

Jejak Warisan Abadi Sang Teknokrat Handal

Djuanda kartawidjaja

Gagasan brilian tersebut kemudian diakui dunia internasional melalui Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut atau UNCLOS sebagai konsep negara kepulauan. Atas jasa besar dalam memperjuangkan batas teritorial laut bangsa, pemerintah menganugerahinya gelar pahlawan nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 224 Tahun 1963.

Djuanda menghembuskan napas terakhir pada 7 November 1963 akibat serangan jantung mendadak di Jakarta dan dimakamkan secara kenegaraan. Abadi sebagai bagian dari sejarah bangsa, namanya kini diabadikan sebagai bandara internasional di Jawa Timur, stasiun kereta api di Jakarta, serta menghiasi pecahan uang kertas rupiah.

Jejak warisan abadi Djuanda Kartawidjaja tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan politik maupun kedaulatan teritorial maritim semata. Pengabdian panjang kepada ibu pertiwi diabadikan pula melalui berbagai infrastruktur publik strategis serta bentuk penghormatan negara yang terus dikenang masyarakat luas hingga masa kini.

Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, dibangun berkat gagasan visioner Djuanda yang memprakarsai pengembangan kawasan tersebut untuk kemajuan konektivitas udara nasional. Selain itu, Stasiun Juanda serta Halte Juanda di Jakarta turut memakai namanya sebagai bentuk penghormatan atas letak geografis di dekat jalan raya utama.

Topics
djuanda kartawidjaja profil tokoh deklarasi djuanda sejarah indonesia perdana menteri pahlawan nasional kementerian keuangan unclos
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.