Profil Lengkap Fasisme Gerakan Politik Otoritarian
Fasisme merupakan sebuah gerakan dan ideologi politik ekstrem kanan, otoritarian, serta ultranasionalis yang pertama kali mencuat di Eropa pada masa antarperang dunia. Ideologi ini dicirikan oleh dukungan kuat terhadap figur pemimpin yang diktator, autokrasi terpusat, militerisme, serta penindasan paksa terhadap setiap bentuk oposisi. Selain itu, paham ini meyakini adanya hierarki sosial alami serta pengorbanan kepentingan individu demi kepentingan kolektif bangsa atau ras.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeGerakan fasis pertama kali lahir di Italia selama Perang Dunia I sebelum akhirnya menyebar luas ke berbagai negara Eropa lainnya, dengan Jerman sebagai salah satu contoh paling menonjol. Kalangan fasis memandang Perang Dunia I sebagai sebuah revolusi besar yang mengubah total tatanan masyarakat, negara, serta teknologi. Mobilisasi massa yang masif dalam perang tersebut mengikis batas antara warga sipil dan kombatan, melahirkan budaya kewarganegaraan militer.
Dalam praktiknya, fasisme memandang kekerasan politik dan imperialisme sebagai instrumen sah untuk mencapai peremajaan serta pemurnian nasional. Rezim fasis umumnya mengadvokasi pembentukan negara satu partai yang totaliter serta penerapan ekonomi terarah guna mencapai kemandirian ekonomi nasional. Pengutamaan regenerasi budaya dan penolakan terhadap apa yang dianggap sebagai dekadensi sosial menjadi ciri khas utama dari narasi politik mereka.
Sejak berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945, fasisme sebagian besar telah kehilangan legitimasi global dan jarang ada pihak yang secara terbuka mendeklarasikan diri sebagai fasis. Meskipun demikian, istilah neo-fasis atau pasca-fasis kerap disematkan oleh para pengamat kepada kelompok-kelompok kontemporer yang memiliki kemiripan akar ideologi dengan gerakan fasis abad ke-20.
Sejarah Pendirian dan Awal Mula
Istilah fasisme sendiri berakar dari bahasa Italia "fascismo", yang diturunkan dari kata "fascio" atau seikat tongkat, merujuk pada simbol Romawi kuno yang melambangkan otoritas dan kekuatan melalui persatuan. Organisasi politik awal di Italia menggunakan simbol fasces ini untuk menunjukkan solidaritas yang kuat terhadap kelompok atau negara. Benito Mussolini mencatat bahwa Fasces Aksi Revolusioner didirikan di Italia pada tahun 1915.
Pada tahun 1919, Mussolini mendirikan kelompok Fasis Kombatan Italia di Milan yang kemudian bertransformasi menjadi Partai Fasis Nasional dua tahun berselang. Sebelum Perang Dunia I, simbol-simbol serupa sebenarnya juga sempat digunakan oleh berbagai gerakan politik lain dari spektrum berbeda, termasuk kelompok liberal maupun republik. Namun, kaum fasis kemudian mengaitkannya secara khusus dengan konsep kekuatan hierarkis dan kediktatoran.