Gereja Santa Theresia adalah sebuah bangunan gereja paroki Katolik berlokasi di Jakarta Pusat, Indonesia, yang menjadi pusat Paroki Menteng dalam Keuskupan Agung Jakarta. Gereja ini dinamai menurut Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, seorang Pujangga Gereja, serta berada dalam reksa pastoral tarekat Serikat Yesus.
Pada tahun 1930, kota Batavia mengalami perluasan lewat pengembangan kawasan Menteng dan Gondangdia. Umat Katolik tinggal di daerah itu terpaksa berjalan kaki saat akan mengikuti misa di Gereja Katedral Jakarta. Sejak tahun 1927, umat mulai menggunakan Sekolah Santa Theresia guna menyelenggarakan ibadat sehingga pengurus Gereja Katedral mencari lahan di Jalan Soendaweg untuk membangun tempat peribadatan tetap.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengurus Gereja Katedral Jakarta menunjuk arsitek Belanda J. Th. van Oyen dan perancang bangunan Fermont Cuypers untuk membangun gedung gereja. Pembangunan selesai pada tahun 1934 dan diresmikan oleh Pastor Antonius Theodorus van Hoof, S.J., selaku Pro-Vikaris Apostolik Batavia yang memimpin misa perdana. Kehadiran bangunan ini menjadi gereja ketiga di wilayah Batavia kala itu setelah Katedral Jakarta dan Gereja Santo Yoseph Matraman.
Pada tanggal 9 Januari 1936, didirikanlah Pengurus Gereja dan Dana Papa Santa Theresia sebagai penanda paripurnanya pendirian Paroki Santa Theresia sebagai komunitas mandiri. Pada tahun yang sama, Pastor F. Fleerakkers, S.J., diangkat sebagai pastor paroki pertama dan menjalankan tugas pelayanan hingga tahun 1943.
Arsitektur Khas Eropa dan Kompleks Pendidikan
Arsitektur bangunan Gereja Santa Theresia memiliki struktur serupa rumah-rumah biasa di daerah Menteng pada masa itu dengan unsur bentuk lancip pada bagian menaranya. Gereja ini berdiri di atas 63 tiang beton ditanam hingga kedalaman 17 meter untuk memberikan fondasi kokoh.
Gereja ini memiliki tiga pintu utama dengan jendela besar di atasnya. Jendela besar di atas pintu utama menggambarkan Santa Theresia, sementara pintu samping menampilkan jendela besar mewakili Bunda Maria dan Serikat Yesus.
Di belakang altar terdapat 13 jendela kecil di mana bagian tengah menggambarkan Yesus, sedangkan sisi kanan dan kiri menggambarkan kedua belas Rasul. Kompleks gereja ini juga dilengkapi dengan gua Maria serta ruang adorasi di lantai dasar Gedung Karya Pastoral.
Di sebelah gedung gereja, terdapat Sekolah Katolik Santa Theresia dan tidak jauh dari lokasi tersebut berdiri pula Sekolah Santo Bellarminus Jakarta. Selain liturgi dalam bahasa Indonesia, gereja ini juga menyelenggarakan perayaan Ekaristi dalam bahasa Inggris di bawah naungan Paroki Internasional Santo Petrus Kanisius bagi ekspatriat.