GPIB Paulus Jakarta atau dikenal sebagai GPIB Jemaat Paulus Jakarta merupakan bangunan gereja yang berada di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, dan bernaung di bawah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat dengan sistem presbiterial sinodal.
Pada masa kolonial, jemaat Protestan di Batavia yang tergabung dalam De Evangelische Gemeente merencanakan pembangunan gedung gereja keempat di kota baru Menteng. Komisi pembangunan memilih lokasi strategis di pertemuan Nassau boulevard dan Oranje boulevard, berhadapan langsung dengan Taman Suropati.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeProses pembangunan sempat diwarnai tantangan berat akibat krisis ekonomi atau malaise yang melanda sejak tahun 1929. Meskipun demikian, semangat jemaat berhasil menghimpun pembiayaan secara mandiri tanpa subsidi pemerintah di bawah kepeloporan tokoh seperti Ds. W.J.J. Jenny.
Pekerjaan fisik dirancang oleh arsitek F.J.L. Ghijsel bersama Firma Sitzen en Louzada, dan peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 3 Januari 1936. Gedung gereja tersebut akhirnya ditahbiskan pada 6 Juni 1936 dengan nama awal Nassaukerk sebelum kemudian berganti nama menjadi Gereja Paulus.
Transformasi Nama dan Perjalanan Menjadi Jemaat Otonom
Selama masa penjajahan Jepang antara tahun 1942 hingga 1945, Nassaukerk sempat berganti nama menjadi Geredja Menteng. Kebaktian berbahasa Belanda masih sempat diizinkan untuk sementara waktu sebelum akhirnya beralih menggunakan bahasa Melayu menjelang akhir pendudukan Jepang.
Setelah Indonesia merdeka, kebaktian berbahasa Belanda kembali dihidupkan sebelum akhirnya jemaat mulai merintis penyelenggaraan ibadah berbahasa Indonesia guna melayani kebutuhan umat yang semakin berkembang di wilayah Menteng hingga Kebayoran.
Gedung gereja ini juga menjadi saksi penting lahirnya sinode baru ketika ibadah pentahbisan dan peneguhan Majelis Sinode GPIB pertama dilaksanakan di tempat ini pada tanggal 31 Oktober 1948, di mana nama Gereja Paulus resmi disematkan oleh Ds. D.F. Sahulata.
Seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan jemaat yang pesat, wilayah pelayanan Paulus secara resmi dilembagakan menjadi jemaat otonom berdasarkan Surat Keputusan Majelis Sinode GPIB terhitung mulai tanggal 1 April 1965.