Haviza Devi Anjani Alfayed, yang lebih dikenal dengan nama panggung Haviza Devi Anjani, adalah seorang aktris dan model berkebangsaan Indonesia. Beliau lahir di Medan, Sumatera Utara, pada tanggal 15 September 1997. Perjalanan kariernya di industri hiburan tanah air dimulai sejak usia muda melalui keikutsertaannya dalam ajang pencarian bakat tingkat nasional. Sejak saat itu, beliau mendedikasikan diri di dunia seni peran dan berhasil membangun reputasi yang solid sebagai salah satu aktris papan atas Indonesia.
Sebagai seorang pemeran, kontribusi utama Haviza Devi Anjani terletak pada kemampuannya membawakan berbagai karakter yang kuat, mulai dari peran antagonis hingga karakter dramatis yang memikat penonton. Penampilannya dalam puluhan judul sinetron harian, miniseri, serta FTV telah menghiasi layar kaca televisi nasional selama lebih dari satu dekade. Melalui dedikasi dan kualitas aktingnya, beliau berhasil mendapatkan pengakuan formal di industri hiburan, termasuk masuk sebagai nomine dalam ajang penghargaan bergengsi tingkat nasional.
Latar belakang perjalanannya di dunia hiburan berawal dari keikutsertaannya dalam ajang Miss Celebrity Indonesia pada tahun 2012, di mana beliau sukses meraih penghargaan kategori Best Skin. Prestasi awal tersebut menjadi batu loncatan penting yang membuka pintu baginya untuk meniti karier profesional di dunia modeling dan seni peran. Dukungan dari bakat alami serta konsistensi dalam mengasah kemampuan akting membuat namanya cepat dikenal oleh produser dan sutradara televisi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeArtikel profil ini akan mengupas secara mendalam mengenai rekam jejak kehidupan dan karier Haviza Devi Anjani. Pembahasan akan disusun secara sistematis mulai dari latar belakang keluarga, riwayat pendidikan, hingga perjalanan karier profesional, pencapaian karya di dunia seni peran, serta kontribusinya di industri hiburan tanah air.
Latar Belakang dan Awal Karier
Haviza Devi Anjani lahir dan dibesarkan di kota Medan, Sumatera Utara, sebelum akhirnya memutuskan merantau untuk mengembangkan karier di dunia hiburan dan menempuh pendidikan tinggi. Sebagai figur publik, kehidupan pribadinya kerap menarik perhatian media, namun beliau tetap fokus menjaga profesionalisme dalam setiap proyek seni yang dikerjakan. Latar belakang budaya Sumatera Utara turut membentuk karakter personal yang ulet dan disiplin dalam menghadapi persaingan ketat di dunia hiburan nasional.
Dalam bidang pendidikan formal, di samping kesibukannya menjalani jadwal syuting yang padat, beliau juga berkomitmen terhadap pentingnya pendidikan tinggi. Beliau tercatat menempuh pendidikan strata satu (S-1) dengan mengambil jurusan Psikologi di Universitas Tarumanegara. Latar belakang ilmu psikologi ini memberikan pemahaman mendalam bagi beliau dalam mendalami berbagai karakter psikologis tokoh yang diperankannya di layar kaca maupun layar lebar.
Langkah awal Haviza di industri hiburan dimulai pada tahun 2012 ketika beliau berpartisipasi dalam ajang pencarian bakat Miss Celebrity Indonesia. Dalam ajang tersebut, beliau berhasil menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan khusus untuk kategori Best Skin. Pengalaman berkompetisi di tingkat nasional ini membuka wawasan serta jaringan luas di dunia hiburan, yang kemudian membawanya mantap melangkah ke dunia seni peran profesional.
Transisi dari dunia modeling ke seni peran ditandai dengan keterlibatannya dalam produksi sinetron televisi pada tahun 2014. Pengalaman awal di lokasi syuting membentuk kematangannya dalam berakting, di mana beliau belajar langsung dari para senior dan sutradara terkemuka. Transisi ini berjalan dengan sukses dan mengantarkannya pada berbagai tawaran peran penting di sejumlah rumah produksi besar.
Karier, Peran, dan Pencapaian di Industri Hiburan
Perjalanan karier seni peran Haviza Devi Anjani mencakup keterlibatan dalam berbagai judul sinetron populer sejak tahun 2014, di antaranya melalui sinetron Ayah Mengapa Aku Berbeda dan Siti Bling-Bling. Namanya semakin melambung ketika beliau membintangi sinetron Kau Seputih Melati (2015-2016), Cinta dari Surga (2017), Buaya Putih (2017-2018), Jodoh Wasiat Bapak Babak 2 (2021-2022), hingga Takdir Cinta yang Kupilih (2022-2024). Spesialisasinya dalam membawakan karakter antagonis sukses memicu keterlibatan emosional yang kuat di kalangan penonton setia televisi.
Selain mendominasi layar kaca melalui sinetron dan puluhan judul FTV, beliau juga memperluas portofolionya ke industri perfilman layar lebar nasional. Beberapa film layar lebar yang pernah dibintanginya meliputi Gas Kuy (2021) sebagai Eva, Jin Khodam (2023) sebagai Ayu, serta Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis (2024) sebagai Bunga. Keterlibatan dalam berbagai genre film tersebut membuktikan fleksibilitas aktingnya yang tidak hanya terbatas pada format drama televisi harian.
Pengakuan atas dedikasi dan kualitas aktingnya di industri hiburan dikukuhkan melalui berbagai pencapaian formal, termasuk masuk sebagai nomine dalam kategori Pemeran Antagonis dalam Drama Series Terfavorit di ajang Indonesian Drama Series Awards 2025 melalui perannya dalam sinetron Luka Cinta. Di luar dunia seni peran, beliau juga aktif di bidang kreatif lainnya, termasuk tampil sebagai model video klip lagu hit nasional berjudul "Bukan Karena tak Cinta" serta ikut mendirikan agensi manajemen talenta Artist Inc.
Hingga saat ini, Haviza Devi Anjani tetap aktif berkarier di dunia hiburan Indonesia dengan mengambil berbagai peran menantang di serial televisi maupun platform digital. Konsistensi, profesionalisme, dan kemampuan adaptasinya yang tinggi memastikan posisinya sebagai salah satu aktris terkemuka yang terus diperhitungkan dalam lanskap seni peran tanah air.