Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Hubungan Indonesia dengan...
BERITA

Profil Hubungan Indonesia dengan Tiongkok, Sejarah Panjang Diplomasi

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 9 Agustus 2026
Ilustrasi kerja sama ekonomi dan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Tiongkok

Ilustrasi kerja sama ekonomi dan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Tiongkok

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok memiliki akar sejarah yang sangat panjang dan telah terjalin sejak berabad-abad lampau jauh sebelum era modern. Kedua negara besar di kawasan Asia ini secara resmi mengakui hubungan diplomatik pada tahun 1950, meski sempat mengalami masa pembekuan pada tahun 1967 akibat dinamika politik domestik. Setelah melalui proses pemulihan pada tahun 1990, relasi diplomatik dan kerja sama ekonomi terus berkembang pesat hingga saat ini.

Jejak perdagangan kuno antara Tiongkok dan kepulauan Nusantara dapat ditelusuri kembali hingga abad ke-7 ketika wilayah Indonesia menjadi bagian penting dari jalur maritim Jalur Sutra. Arkeolog menemukan banyak keramik Tiongkok dari berbagai dinasti di berbagai wilayah Nusantara, menunjukkan tingginya intensitas pertukaran komoditas masa itu. Kepulauan Nusantara terkenal sebagai produsen rempah-rempah utama seperti cengkih dan pala, serta hasil hutan eksotis yang sangat diminati oleh para pedagang kekaisaran Tiongkok.

Memasuki era kemerdekaan, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Tiongkok pada 13 April 1950. Dinamika politik global pada masa itu sempat mempererat poros antara kedua negara hingga terjadinya peristiwa G30S pada tahun 1965. Pergantian kepemimpinan nasional ke era Orde Baru di bawah Presiden Soeharto kemudian membuat hubungan diplomatik kedua negara diputus sementara waktu.

Normalisasi hubungan diplomatik akhirnya tercapai pada awal dekade 1990-an berkat serangkaian kunjungan tingkat tinggi para pejabat kedua negara. Menteri Luar Negeri Ali Alatas berkunjung ke Tiongkok pada Juli 1990 untuk meresmikan pemulihan hubungan resmi yang disusul kunjungan Perdana Menteri Li Peng ke Jakarta pada Agustus tahun yang sama. Sejak saat itu, kerja sama di berbagai sektor strategis, khususnya perdagangan dan investasi, kembali mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Dinamika Perdagangan dan Investasi Tiongkok di Indonesia

Indonesia

Volume perdagangan bilateral mengalami lonjakan luar biasa terutama setelah pemberlakuan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Tiongkok sejak awal tahun 2010. Tiongkok kini telah menjadi mitra dagang terbesar bagi Indonesia serta destinasi ekspor utama untuk berbagai komoditas unggulan nasional. Di sisi lain, arus masuk produk manufaktur asal Tiongkok juga mendominasi pasar domestik, memicu berbagai tantangan sekaligus peluang bagi perkembangan sektor industri dalam negeri.

Selain sektor ekonomi, hubungan kedua negara juga diperkuat melalui diplomasi budaya dan pariwisata, termasuk kehadiran sepasang panda raksasa bernama Cai Tao dan Hu Chun di Taman Safari Indonesia sejak tahun 2017. Kehadiran satwa tersebut menjadi simbol peringatan 60 tahun hubungan diplomatik sekaligus wujud eratnya persahabatan antar kedua bangsa. Hubungan kemitraan strategis ini terus berjalan dengan prinsip saling menghormati kedaulatan serta urusan internal masing-masing negara.

Arus investasi dan perdagangan antara Indonesia dengan Tiongkok menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Pada tahun 1990, nilai perdagangan bilateral tercatat sebesar AS$1,8 miliar dan terus meroket tajam seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok di abad ke-21. Masifnya ekspansi ekonomi Tiongkok menjadikan negara tersebut sebagai salah satu investor asing terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Pemberlakuan perjanjian perdagangan bebas membawa dampak besar terhadap struktur pasar di Indonesia dengan masuknya berbagai produk impor berharga kompetitif. Meskipun mendatangkan keuntungan dari sisi efisiensi rantai pasok dan pasokan barang, kondisi tersebut juga memunculkan kekhawatiran dari masyarakat pelaku industri lokal. Persaingan ketat dengan produk luar menuntut industri nasional untuk terus meningkatkan daya saing agar tetap bertahan di pasar domestik.

Topics
indonesia tiongkok hubungan bilateral sejarah perdagangan investasi ekonomi diplomasi kerja sama asean
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.