Jimbei atau dikenal juga sebagai Putra Laut Pertama merupakan karakter fiksi dalam serial manga One Piece karya Eiichiro Oda. Manusia ikan bertipe hiu paus ini resmi menjadi juru mudi kapal Bajak Laut Topi Jerami setelah melalui perjalanan panjang sejak pertama kali diperkenalkan di arc Impel Down.
Lahir dan besar di Pulau Manusia Ikan yang berada 10.000 meter di bawah permukaan laut, Jimbei memiliki mimpi besar membawa masyarakat Pulau Manusia Ikan ke permukaan. Ia berjuang mewujudkan kesetaraan antara manusia dan ikan dengan mengatasi sejarah panjang perbudakan dan diskriminasi yang dialami bangsanya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeJimbei memulai karier bajak laut sebagai anggota Sun Pirates yang dibentuk untuk melindungi manusia ikan dari perbudakan. Ia kemudian bergabung dengan Shichibukai demi mendapatkan pengampunan dari Pemerintah Dunia untuk seluruh kru Sun Pirates, termasuk Arlong yang kemudian menjadi musuh utama Nami di awal cerita One Piece.
Sepanjang petualangan, Jimbei pernah menjadi komandan di bawah tiga Kaisar Laut berturut-turut untuk melindungi Pulau Manusia Ikan. Mereka adalah Whitebeard, Big Mom, dan akhirnya Monkey D Luffy setelah Topi Jerami berhasil menyelamatkan pulau tersebut dari kudeta New Fish-Man Pirates.
Kekuatan Jimbei, Ahli Karate dan Jujutsu Manusia Ikan
Jimbei menguasai Fish-Man Karate dan Fish-Man Jujutsu yang memungkinkannya memanipulasi air seperti kain nyata. Kemampuan ini membuatnya menjadi salah satu petarung terkuat di kru Topi Jerami, menempati posisi keempat setelah Luffy, Zoro, dan Sanji dalam hal kekuatan pertarungan.
Manusia ikan ini juga memiliki kemampuan Haki yang mumpuni. Jimbei tercatat sebagai manusia ikan pertama yang mampu menggunakan Armament Haki dan Observation Haki, menjadikannya lawan tangguh bagi pengguna buah iblis sekalipun. Di darat Jimbei memang paling lambat, namun kecepatan berenangnya jauh melampaui anggota kru lainnya.
Salah satu momen ikonik Jimbei terjadi saat ia berhadapan langsung dengan Big Mom dalam serangan Life or Soul. Kekuatan Buah Jiwa milik Big Mom hanya mampu menyerap jiwa orang yang merasa takut, namun Jimbei tetap tegar dan menunjukkan komitmennya untuk bergabung dengan Luffy tanpa rasa ragu sedikit pun.
Jimbei juga menjadi simbol perjuangan anti-rasisme dalam cerita One Piece. Keputusannya mendonorkan darah untuk menyelamatkan Luffy di Pulau Manusia Ikan melanggar tabu yang melarang manusia ikan mendonorkan darah kepada manusia. Tindakan ini menunjukkan kode moral kuat yang membuatnya dihormati oleh sesama kru dan penggemar.