Eric Ambler merupakan penulis novel mata-mata legendaris asal Inggris yang lahir di Charlton, London Tenggara, pada 28 Juni 1909. Karyanya yang paling dikenal adalah The Light of Day yang memenangkan Edgar Allan Poe Award pada 1964 dan diadaptasi ke film Topkapi.
Ambler tumbuh dalam keluarga entertainer yang menjalankan pertunjukan boneka dan kedua orangtuanya bekerja sebagai seniman music hall. Ia sempat belajar teknik di Northampton Polytechnic Institute sebelum memutuskan beralih ke dunia penulisan naskah dan karya sastra.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePada awal 1930-an, Ambler bekerja sebagai copywriter di biro iklan London sebelum pindah ke Paris. Ia dikenal sebagai antifaasisme yang vokal dan pada masa awal kariernya menggambarkan agen Soviet sebagai karakter positif sekutu bagi tokoh protagonis dalam novel-novel awalnya.
Perang Dunia II membawa Ambler bergabung dengan tentara sebagai prajurit biasa, kemudian menjadi perwira di Royal Artillery dan akhirnya mencapai pangkat letnan kolonel sebagai asisten direktur di Unit Film dan Fotografi Angkatan Darat. Pengalaman ini kemudian memengaruhi karya-karyanya.
Gaya Penulisan Eric Ambler yang Menginspirasi Generasi Penulis Thriller
Setelah perang, Ambler berkarier di industri film sebagai penulis skenario dan menerima nominasi Academy Award untuk karyanya di film The Cruel Sea. Ia juga menulis skenario untuk A Night to Remember tentang tenggelamnya Titanic serta menciptakan serial TV detektif Checkmate.
Eric Ambler dikenal karena pendekatan uniknya dalam novel thriller dan mata-mata. Berbeda dengan kebanyakan novel spy pada zamannya, tokoh utama dalam karya Ambler jarang adalah mata-mata profesional atau polisi, melainkan orang awam yang terjerumus dalam situasi berbahaya.
Plot seperti ini terlihat jelas dalam Journey into Fear, Epitaph for a Spy, dan The Mask of Dimitrios. Tokoh protagonis biasanya memulai cerita dalam keadaan tidak siap, namun akhirnya mampu bertindak menentukan yang mengungguli lawan-lawannya yang jauh lebih berpengalaman.
Elemen lain yang berulang dalam karya Ambler adalah tema ketiadaan kewarganegaraan dan pengasingan. Karakter-karakternya sering menghadapi bahaya diusir dari tanah air dan tidak mendapat tempat tinggal di negara mana pun, menciptakan ketegangan psikologis yang mendalam.