Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Kang Biauw Tjwan, Pelopor...
BERITA

Profil Kang Biauw Tjwan, Pelopor Budidaya Lorong Pertanian

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 11 Januari 1932
Ilustrasi profil Kang Biauw Tjwan pelopor sistem budidaya lorong pertanian

Ilustrasi profil Kang Biauw Tjwan pelopor sistem budidaya lorong pertanian

Profil Kang Biauw Tjwan sebagai ilmuwan tanah dan pelopor sistem budidaya lorong atau alley cropping di negara tropis mencatatkan sejarah penting dalam dunia pertanian global. Berdasarkan catatan sejarah hidupnya, Kang lahir pada 11 Januari 1932 dan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kemajuan ilmu kesuburan tanah, agronomi, serta agroforestri.

Perjalanan akademis Kang bermula ketika ia meraih gelar insinyur dalam bidang kesuburan tanah di Institut Pertanian Bogor pada tahun 1958. Setelah sempat bekerja sebagai asisten dosen Prof. Go Ban Hong, ia melanjutkan studi doktoral di Universitas Purdue, Indiana, Amerika Serikat, dan merampungkan gelar PhD in Agronomy pada tahun 1962.

Kontribusi nyata Kang bagi pertanian Indonesia terlihat saat ia menjabat sebagai penasihat teknis untuk U.S. Agency for International Development di Indonesia serta menjadi penasihat program intensifikasi beras nasional. Namun, dinamika politik pasca tahun 1965 membuatnya meninggalkan Indonesia untuk berkarier di kancah internasional.

Karier internasional Kang semakin bersinar ketika ia bergabung dengan Food and Agricultural Organization sebagai Profesor Tanah Tropis di University of Liberia pada tahun 1966. Sejak tahun 1969, ia mengabdi sebagai Principal Soil Scientist and Agroforester di International Institute of Tropical Agriculture di Ibadan, Nigeria, selama lebih dari dua dekade.

Dedikasi terbesar Kang bagi dunia pertanian adalah pengembangan sistem budidaya lorong sebagai alternatif dari praktik pertanian tebang dan bakar. Dari analisis tim redaksi, metode alley cropping ini terbukti mampu menjaga kesuburan tanah secara permanen dan berkesinambungan melalui penambahan bahan organik dari tanaman pagar.

Atas berbagai inovasi ilmiah tersebut, Kang menerima penghargaan Swedish Innovations for Development Association Honourable Mention di Swedia tahun 1990 serta International Soil Science Award dari Soil Science Society of America tahun 1995. Menutup perjalanan hidupnya yang gemilang, Kang wafat pada 2 Februari 2008 di Massachusetts General Hospital, Boston, pada usia 76 tahun.

Topics
kang biauw tjwan alley cropping pertanian ilmuwan tanah ipb agroforestri profil
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.