Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Kecamatan Trenggalek, Pusat...
BERITA

Profil Kecamatan Trenggalek, Pusat Pemerintahan Kabupaten Trenggalek

By Rudi Weslan Rifadi 2 min read 2 September 2026
Profil Kecamatan Trenggalek, pusat pemerintahan Kabupaten Trenggalek

Profil Kecamatan Trenggalek, pusat pemerintahan Kabupaten Trenggalek

Kecamatan Trenggalek merupakan wilayah yang berfungsi sebagai pusat ibu kota Kabupaten Trenggalek di Provinsi Jawa Timur. Wilayah seluas 61,16 kilometer persegi ini dilalui oleh jalan nasional strategis yang menghubungkan wilayah Tulungagung dengan Pacitan dan Ponorogo.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024, jumlah populasi penduduk di Kecamatan Trenggalek tercatat mencapai 66.862 jiwa. Wilayah administrasi kecamatan ini terdiri atas 5 kelurahan dan 8 desa yang terbagi ke dalam berbagai dusun atau lingkungan.

Meskipun berperan sebagai pusat pemerintahan kabupaten, wilayah ini tergolong sebagai kota kecil yang didominasi oleh areal persawahan subur serta kawasan perbukitan hijau seperti Bukit Sinawang dan Gunung Orak Arik.

Infrastruktur perkotaan di kecamatan ini tergolong lengkap dengan keberadaan fasilitas publik seperti alun-alun kota, stadion olahraga Menak Sopal, pusat perbelanjaan Pasar Pon, serta berbagai lembaga pendidikan unggulan.

Legenda Menak Sopal dan Sejarah Dam Bagong

Asal-usul kawasan Trenggalek erat kaitannya dengan legenda tokoh historis bernama Menak Sopal, putra dari pasangan Ki Ageng Sinawang dan Raden Ayu Saraswati. Pada masa lampau, Menak Sopal berjasa membangun bendungan di Sungai Bagong yang kini dikenal sebagai Dam Bagong guna mengatasi masalah kekeringan air.

Kisah pembangunan bendungan tersebut diabadikan melalui tradisi tahunan masyarakat setempat yang disebut Nyadran Bagong. Upacara adat ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas rezeki melimpah serta penghormatan kepada Menak Sopal yang berjasa mengairi wilayah pertanian.

Dalam catatan sejarah pemerintahan, wilayah ini sempat mengalami dinamika administratif ketika Kabupaten Trenggalek dibubarkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan digabungkan ke wilayah Tulungagung. Setelah kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tahun 1950, pemerintah resmi membentuk kembali Kabupaten Trenggalek.

Hingga kini, Kecamatan Trenggalek terus berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya di Kabupaten Trenggalek dengan mempertahankan pesona alam pedesaan yang asri dan sejuk di antara lembah perbukitan.

Topics
trenggalek kecamatan trenggalek jawa timur menak sopal dam bagong sejarah profil
Jurnalis Senior

Rudi Weslan Rifadi adalah jurnalis berpengalaman dengan dedikasi tinggi dalam menyajikan berita akurat dan mendalam. Dengan latar belakang yang kuat di bidang jurnalistik, ia telah meliput berbagai peristiwa penting dan menyajikannya dengan gaya penulisan yang tajam serta analitis.