Profil wilayah Tapalpa di Jalisco, Meksiko, mencatat sejarah panjang sebagai kota beriklim samudra dengan akar budaya Nahuatl yang berarti tanah penuh warna. Berdasarkan catatan sejarah, wilayah ini mula-mula dihuni oleh suku Otomi jauh sebelum kedatangan bangsa Spanyol pada abad keenam belas.
Berdasarkan laporan Wikipedia, penjelajah Spanyol dipimpin oleh Alonso de Ávalos Saavedra tiba di kawasan tersebut pada tahun 1523 dan mendapati penduduk lokal suku Atlacco menyambut mereka tanpa perlawanan berarti. Tradisi Kristen kemudian masuk melalui kedatangan para biarawan Fransiskan pada tahun 1531 untuk memulai proses evangelisasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari analisis awak media, perkembangan Tapalpa mencatatkan tonggak penting ketika pabrik kertas pertama di Amerika Latin berdiri di wilayah tersebut pada tahun 1840 sebelum akhirnya terbengkalai akibat Revolusi Meksiko. Kini, reruntuhan pabrik bersejarah itu beralih fungsi menjadi salah satu daya tarik wisata menarik bagi para pelancong.
Secara geografis, kota ini terletak di jajaran pegunungan Sierra Madre Occidental dengan luas wilayah mencapai 619 kilometer persegi dan dikelilingi kawasan hutan lebat. Keindahan alam sekitar semakin lengkap berkat kehadiran air terjun tertinggi di Jalisco bernama Salto del Nogal setinggi 105 meter.
Sektor pariwisata Tapalpa berkembang pesat berkat keindahan arsitektur bangunan tradisional berfasad putih serta atap merah yang khas. Pemerintah Meksiko lantas resmi memasukkan kawasan ini ke dalam daftar program Pueblo Magico pada tahun 2002 guna melestarikan warisan budaya serta sejarahnya.