Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil League of Legends, Game MOBA...
BERITA

Profil League of Legends, Game MOBA Terbesar di Dunia Esports

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 6 Agustus 2026
Ilustrasi pertarungan champion di Summoner's Rift game League of Legends

Ilustrasi pertarungan champion di Summoner's Rift game League of Legends

League of Legends atau LoL merupakan game multiplayer online battle arena yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Riot Games sejak Oktober 2009. Terinspirasi dari Defense of the Ancients atau DotA, game ini hadir sebagai versi standalone dengan model bisnis free-to-play yang dimonetisasi melalui pembelian karakter dan item kosmetik.

Mode utama permainan ini adalah Summoner's Rift, di mana dua tim terdiri dari lima pemain bertarung dalam mode player-versus-player. Setiap pemain mengontrol satu karakter yang disebut champion dengan kemampuan unik, dan tujuannya adalah menghancurkan Nexus atau markas utama tim lawan.

Selama pertandingan, champion menjadi lebih kuat dengan mengumpulkan experience points, gold, dan membeli item untuk mengalahkan tim lawan. Permainan ini tersedia untuk platform Windows dan macOS, dengan popularitas yang terus meningkat hingga mencapai delapan juta pemain bersamaan pada 2019.

League of Legends menerima ulasan positif berkat aksesibilitas, desain karakter, dan nilai produksi yang tinggi. Game ini dianggap sebagai salah satu game terbaik sepanjang masa, meski perilaku pemain yang tidak sportif masih menjadi tantangan hingga kini.

Dari DotA Hingga Jadi Esports Terbesar Dunia

Riot Games didirikan oleh Brandon Beck dan Marc Merill yang terinspirasi oleh kesuksesan mod DotA untuk Warcraft III. Mereka ingin menciptakan game MOBA dengan dukungan jangka panjang yang tidak dimiliki oleh modifikasi buatan komunitas.

Beck dan Merill mengadakan turnamen DotA untuk merekrut bakat, termasuk Jeff Jew yang kemudian menjadi produser League of Legends. Mereka juga merekrut Steve Feak, salah satu desainer DotA, dan Steve Mescon yang mengelola situs pendukung komunitas.

Perkembangan awal League of Legends sangat iteratif dan memakan waktu empat bulan untuk membuat demonstrasi menggunakan mesin game Warcraft III. Setelah dirilis, game ini berkembang pesat dan melahirkan berbagai mode permainan seperti ARAM dan Teamfight Tactics.

League of Legends kini menjadi esports terbesar di dunia dengan sistem liga regional yang berujung pada turnamen tahunan World Championship. Final 2019 ditonton oleh 44 juta pemirsa serentak, dengan total lebih dari 100 juta penonton unik sepanjang turnamen.

Topics
league of legends lol riot games moba summoner's rift esports world championship arcane teamfight tactics game online
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.