The Daily Dot merupakan perusahaan media digital yang mengkhususkan diri mengcover budaya internet dan World Wide Web. Situs yang didirikan Nicholas White pada 2011 ini berkantor pusat di Austin, Texas dan mengusung konsep "hometown newspaper" atau koran lokal untuk komunitas daring seperti Reddit dan Tumblr.
Nicholas White memiliki latar belakang keluarga di industri koran sejak membeli Sandusky Register di Ohio pada 1869. Ia memulai The Daily Dot dengan modal 600 ribu dolar AS dan sejumlah wartawan tetap, dengan banyak berita awal dilaporkan melalui Google Doc serta disebarkan lewat Facebook dan Twitter.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePada 2015, The Daily Dot meraih investasi swasta 10 juta dolar AS untuk menambah staf, memproduksi konten digital, dan mengembangkan agensi kreatif internal. Situs ini kemudian meningkatkan produksi menjadi 50 hingga 70 berita per hari dengan fokus pada isu progresif seperti body positivity dan feminisme.
The Daily Dot juga menjadi salah satu pelopor peluncuran cakupan esports pada 2012, yang kemudian dijual ke Gamurs pada 2016. Pada tahun yang sama, perusahaan melakukan pemangkasan 40 persen stafnya sebagai bagian dari restrukturisasi untuk memfokuskan sumber daya pada video, e-commerce, dan penjualan.
The Daily Dot dan Gugatan Hukum terhadap NYPD
Pada 2014, The Daily Dot mengakuisisi situs saingan The Kernel dan menjadikannya edisi Minggu dengan konten editorial panjang. The Kernel berhenti terbit rutin pada 2016 setelah pendiri dan pemimpin redaksinya Milo Yiannopoulos mengundurkan diri pasca akuisisi.
Pada Januari 2016, situs ini meluncurkan VIP Voices, kumpulan opini dari kontributor terkenal tentang isu internet. Kontributor yang pernah bergabung antara lain Walikota Bill de Blasio, Perwakilan Ted Lieu, dan Senator Mike Lee.
Pada 2018, The Daily Dot menggugat New York Police Department untuk mengakses aplikasi izin senjata api yang diajukan Presiden Donald Trump dan kedua putranya, Donald Trump Jr. serta Eric Trump. Gugatan tersebut menuduh NYPD menolak permintaan berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Informasi New York.
NYPD beralasan menolak permintaan tersebut karena alasan privasi dan keamanan. Namun The Daily Dot berpendapat bahwa informasi itu seharusnya bersifat publik dan dapat diakses oleh masyarakat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.