Museum Sadurengas menjadi destinasi wisata sejarah menarik di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, karena menyimpan berbagai koleksi peninggalan Kesultanan Paser. Lokasi museum ini berada di Desa Paser Belengkong, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, serta dikelilingi oleh masjid kuno peninggalan sultan dan kompleks pemakaman raja-raja.
Bangunan utama museum ini dulunya berfungsi sebagai istana dan tempat kediaman resmi para sultan Kesultanan Paser sejak pertengahan abad ke-19 Masehi. Setelah melalui proses pemugaran, bangunan bersejarah tersebut resmi ditetapkan sebagai cagar budaya dan beralih fungsi menjadi museum untuk sarana edukasi masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeArsitektur bangunan menampilkan bentuk rumah panggung tradisional dengan material utama menggunakan kayu kawi dan ulin khas Kalimantan. Desain interior maupun eksteriornya juga memadukan unsur budaya Eropa, Jawa, dan Timur Tengah secara harmonis.
Pengunjung dapat mendatangi museum ini setiap hari kecuali Jumat untuk melihat langsung beragam koleksi berharga seperti mahkota sultan, pakaian kebesaran, lukisan kuno, hingga tempayan asal Dinasti Yuan.
Sejarah dan Pengelolaan Museum Sadurengas Paser
Awal mula bangunan ini didirikan sebagai istana bagi Sultan Aji Tenggara yang memimpin Kesultanan Paser pada periode 1844 hingga 1873. Kompleks istana ini kemudian kembali digunakan oleh Sultan Ibrahim Khaliluddin pada awal abad ke-20 sebelum masa keruntuhan kesultanan.
Keluarga sultan kemudian menyerahkan bangunan bersejarah tersebut kepada pemerintah daerah agar dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelestarian budaya. Pemerintah menetapkan status cagar budaya secara resmi pada tahun 1999 dan menyelesaikan standardisasi museum pada tahun 2018.
Pengelolaan museum kini berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser guna menjaga keaslian bangunan serta merawat seluruh benda peninggalan sejarah. Tempat ini juga menjadi sumber pembelajaran penting bagi masyarakat untuk mengenal akar sejarah kerajaan di Kalimantan Timur.
Akses menuju lokasi museum dapat ditempuh dengan mudah dari Terminal Kota Tanah Grogot maupun melalui Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan bagi wisatawan luar daerah.