Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra merupakan salah satu kekuatan politik utama di Indonesia yang berideologi populisme sayap kanan dan nasionalis. Dibentuk pada 6 Februari 2008 atas prakarsa Hashim Djojohadikusumo, partai ini berfungsi sebagai kendaraan politik bagi Prabowo Subianto setelah keluar dari Partai Golkar.
Dalam perjalanan elektoralnya, Gerindra mengalami pertumbuhan pesat sejak pertama kali mengikuti pemilu pada tahun 2009 dengan perolehan 26 kursi di DPR. Suara partai melonjak signifikan pada pemilu-pemilu berikutnya, menjadikannya salah satu kekuatan terbesar di parlemen hingga menguasai kursi kepresidenan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSetelah sempat memposisikan diri sebagai oposisi pada periode 2008 hingga 2019, Gerindra kemudian bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Transformasi politik ini membawa pengaruh besar terhadap posisi strategis partai dalam percaturan kekuasaan nasional saat ini.
Dari sisi identitas politik, partai ini mengusung landasan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dengan orientasi nasionalis-religius. Berbagai pengamat juga mengklasifikasikan arah kebijakan partai sebagai bentuk populisme ekonomi dan nasionalisme keras dalam memandang konstelasi global.
Jejak Perolehan Suara dan Sayap Partai Gerindra
Perolehan kursi Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat terus merangkak naik seiring bertambahnya dukungan pemilih dari berbagai wilayah di Indonesia. Pada pemilu legislatif 2014, partai ini berhasil mengamankan 73 kursi dan melonjak menjadi 78 kursi pada pemilu 2019.
Untuk memperkuat basis dukungan akar rumput, partai ini membentuk berbagai organisasi sayap resmi di bawah naungannya. Beberapa organisasi sayap tersebut meliputi Tunas Indonesia Raya untuk kalangan pemuda serta Perempuan Indonesia Raya bagi kaum perempuan.
Basis pendukung partai ini pada mulanya tersebar luas di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi dengan menyasar segmen masyarakat kelas menengah ke bawah seperti petani dan nelayan. Jaringan struktur kepengurusan partai juga dibentuk secara masif hingga tingkat daerah.
Meskipun sempat diwarnai sejumlah dinamika kontroversi politik pada pemilihan presiden sebelumnya, eksistensi Gerindra tetap kokoh sebagai pilar penting dalam lanskap perpolitikan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.