Pasar Baru di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, berdiri sejak tahun 1820 dan tercatat sebagai pusat perbelanjaan tertua di ibu kota yang menyimpan berbagai cerita sejarah panjang. Kawasan perdagangan legendaris ini dulunya dibangun semasa era kolonial Batavia untuk melayani warga Belanda yang tinggal di sekitar wilayah Rijswijk.
Deretan toko di kawasan tersebut memiliki ciri khas arsitektur perpaduan Tiongkok dan Eropa yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Sejumlah tempat usaha legendaris seperti Apotek Kimia Farma, toko kacamata Seis, hingga penjahit jas ternama tetap mempertahankan eksistensinya di tengah modernisasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain pusat tekstil dan busana, kawasan ini juga menjadi tempat bermukim komunitas India-Indonesia yang sejak lama berdagang kain serta perlengkapan olahraga. Keberadaan para pedagang keturunan India turut memperkaya warna kebudayaan serta dinamika sosial di jantung kota Jakarta.
Kawasan perdagangan strategis ini juga menjadi saksi lahirnya berbagai ikon kuliner legendaris termasuk rumah makan Bakmi Gang Kelinci yang bermula dari pedagang gerobak keliling. Hingga kini, destinasi belanja tersebut tetap menjadi magnet bagi warga lokal maupun wisatawan penyuka wisata tempo doeloe.
Jejak Toko Legendaris dan Komunitas di Pasar Baru
Eksistensi toko-toko tua di kawasan ini mencerminkan perjalanan lintas generasi dari masa Hindia Belanda sampai era modern sekarang. Toko perabot rumah tangga Melati dan toko jam Tjung-Tjung menjadi bagian dari memori kolektif warga kota yang gemar berburu barang antik.
Perusahaan ritel besar seperti Matahari Putra Prima bahkan merintis bisnisnya di pusat perbelanjaan ini pada tahun 1958 sebelum berkembang pesat di seluruh negeri. Aktivitas jual beli di kawasan ini tidak pernah surut karena menawarkan pengalaman belanja autentik yang sulit ditemukan di pusat modern.
Deretan bioskop masa lalu seperti Bioskop Globe dan Bioskop Astoria pernah menjadi pusat hiburan populer bagi masyarakat Batavia tempo dulu. Transformasi kawasan ini terus berlanjut tanpa meninggalkan nilai historis yang melekat pada setiap sudut bangunannya.
Akses menuju kawasan perdagangan ini tergolong sangat mudah karena dikelilingi berbagai moda transportasi umum perkotaan yang terintegrasi dengan baik. Pengunjung dapat menikmati suasana tempo dulu sembari berburu ragam kebutuhan busana dan kuliner legendaris di satu tempat.