Profil penyerahan diri Kekaisaran Jepang dalam Perang Dunia II diumumkan secara langsung oleh Kaisar Hirohito pada tanggal 15 Agustus dan ditandatangani resmi pada 2 September 1945. Peristiwa besar tersebut menjadi tanda berakhirnya krisis global setelah Angkatan Laut Kekaisaran Jepang tidak lagi mampu menahan invasi Sekutu.
Sebelum pengumuman kapitulasi, Amerika Serikat bersama Britania Raya dan Tiongkok mengeluarkan Deklarasi Potsdam yang menuntut penyerahan tanpa syarat. Puncak kehancuran kekuatan perang militer Jepang terjadi setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki pada awal Agustus 1945.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSituasi semakin pelik ketika Uni Soviet secara resmi menyatakan perang dan menginvasi Manchuria, meruntuhkan asumsi militer Jepang yang sebelumnya berharap pada netralitas Soviet. Keadaan ekonomi perang hancur lebur akibat blokade armada dagang dan pengeboman strategis yang melumpuhkan pasokan minyak serta bahan mentah.
Dewan Tertinggi untuk Pengarahan Perang akhirnya takluk setelah Kaisar Hirohito memerintahkan penerimaan seluruh persyaratan Sekutu. Meski sempat diwarnai percobaan kudeta militer oleh kelompok garis keras, pidato radio sang kaisar berhasil meredam perlawanan terbuka.
Strategi Pertahanan Terakhir dan Penandatanganan Kapitulasi
Menghadapi ancaman invasi Sekutu ke pulau utama Kyushu, Markas Besar Kekaisaran sempat merencanakan strategi pertahanan radikal bernama Operasi Ketsu-Go. Militer Jepang bahkan menyiapkan ribuan pesawat kamikaze serta kapal bunuh diri demi bertempur hingga titik darah penghabisan.
Namun, hancurnya infrastruktur industri serta krisis bahan bakar membuat kemampuan operasional armada tersisa lumpuh total. Pilihan logis bagi kepemimpinan kekaisaran adalah mengakhiri peperangan demi menghindari kehancuran total seluruh rakyat.
Upacara penyerahan kekuasaan secara resmi dilangsungkan di atas kapal perang Angkatan Laut AS USS Missouri pada tanggal 2 September 1945. Para pejabat tinggi menandatangani Instrumen Penyerahan Jepang yang menandai kemenangan pihak Sekutu atau V-J Day.
Meskipun perjanjian damai secara sah baru berlaku sepenuhnya melalui Perjanjian San Francisco pada tahun 1952, momen kapitulasi tersebut menutup babak kelam konflik bersenjata global di kawasan Asia Pasifik.