Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkenal sebagai salah satu wilayah penghasil timah terbesar di Indonesia dengan ibu kota di Kota Pangkalpinang.
Wilayah terdiri dari dua pulau utama yakni Pulau Bangka dan Pulau Belitung ini sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan sebelum akhirnya resmi berdiri sendiri sebagai provinsi otonom pada tahun 2000.
Dalam perjalanan sejarahnya, daerah ini pernah menjadi pusat kekuasaan berbagai kerajaan besar nusantara hingga jatuh ke tangan kolonial Inggris dan Belanda, kemudian diwarnai perlawanan heroik seperti Perang Depati Amir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKini, roda pemerintahan provinsi tersebut berada di bawah kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani bersama Wakil Gubernur Hellyana yang dilantik untuk masa jabatan 2025 sampai 2030.
Geografi dan Potensi Alam Bangka Belitung
Secara geografis, wilayah provinsi ini berada di bagian timur Pulau Sumatra dengan batas perairan laut dikelilingi oleh Dangkalan Sunda dan kedalaman laut tidak lebih dari 30 meter.
Keadaan alam daerah tersebut sebagian besar didominasi oleh dataran rendah, lembah, serta perbukitan dengan titik tertinggi tersebar di beberapa kecamatan.
Selain kekayaan mineral biji timah, tanah di wilayah ini juga mengandung berbagai bahan galian berharga seperti pasir kuarsa, batu granit, kaolin, dan tanah liat bernilai ekonomis.
Sektor kehutanan dan perairan di daerah ini juga menyimpan potensi besar, termasuk hasil hutan berupa madu pahit khas daerah serta keanekaragaman hayati unik.