Samaun Samadikun lahir pada tanggal 15 April 1931 sebagai sosok ilmuwan, insinyur, sekaligus pendidik besar yang meninggalkan jejak mendalam dalam perkembangan teknologi di Indonesia. Perjalanan hidupnya diabdikan penuh untuk memajukan dunia ilmu pengetahuan, khususnya bidang teknik elektro.
Pendidikan tingginya dimulai sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung pada awal tahun 1950-an. Ia kemudian memperdalam keahliannya dengan merengkuh gelar M.Sc. pada tahun 1957 dan Ph.D. pada tahun 1971 di Universitas Stanford, Amerika Serikat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDedikasinya kepada almamater teruji ketika terjadi kekosongan staf pengajar akibat hengkangnya dosen asal Eropa saat konfrontasi Irian Barat. Ia menjadi bagian dari gelombang pertama mahasiswa senior yang direkrut dan dikirim ke luar negeri untuk dipersiapkan menjadi tenaga pengajar andal di ITB.
Kontribusinya bagi dunia sains internasional terukir nyata ketika ia bersama K.D Wise menciptakan paten di Universitas Stanford pada tahun 1975 mengenai metode pembentukan wilayah ketebalan tertentu pada silikon. Capaian ini menegaskan kapasitasnya sebagai peneliti berkelas dunia.
Di kancah institusional, ia pernah mengemban sejumlah jabatan strategis penting seperti Direktur Jenderal Energi di Departemen Pertambangan dan Energi serta memimpin Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia periode 1989 hingga 1995.
Pengakuan atas jasa-jasanya datang dari berbagai pihak, termasuk anugerah Medali Mahaputra Utama dari pemerintah Indonesia pada tahun 1994 serta penghargaan bergengsi tingkat regional dari ASEAN berkat dedikasi tingginya terhadap ilmu pengetahuan.
Hingga akhir hayatnya pada tanggal 15 November 2006, ia terus dikenang sebagai motor penggerak industri elektronika nasional serta pemrakarsa gagasan Bandung High Technology Valley demi mewujudkan kemandirian teknologi di tanah air.