Nurmathias adalah seorang tokoh militer, pejuang kemerdekaan, dan diplomat asal Indonesia yang lahir pada tanggal 15 Februari 1924. Semasa hidupnya, ia mengabdikan diri untuk memperjuangkan kemerdekaan serta mengemban tugas negara penting di kancah internasional.
Perjalanan karier militer Nurmathias bermula dari perjuangannya di wilayah Sumatra Tengah. Ia berjuang bersama tokoh-tokoh militer seangkatannya melawan agresi militer Belanda demi mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam dinamika politik daerah pada era tahun 1950-an, namanya turut tercatat sebagai salah satu tokoh penting di Sumatra Tengah. Ia terlibat dalam dinamika pembentukan Dewan Banteng hingga deklarasi PRRI di Sungai Dareh.
Kendati terlibat dalam rapat deklarasi tersebut, Nurmathias mengambil sikap tegas untuk tidak mendukung pemberontakan bersenjata terhadap pemerintah pusat karena berbagai pertimbangan strategis.
Jejak Diplomasi dan Akhir Hayat Nurmathias
Setelah situasi mereda, ia ditarik ke Markas Besar Angkatan Darat di Jakarta dan melanjutkan pengabdian militernya hingga mencapai pangkat mayor jenderal sebelum akhirnya memasuki masa pensiun.
Karier cemerlang Nurmathias tidak hanya berhenti di bidang militer saja. Ia juga dipercaya pemerintah pusat untuk mengemban tugas negara sebagai seorang diplomat handal di luar negeri.
Puncak penugasan diplomatik tersebut dibuktikan ketika ia diangkat menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Australia dari tahun 1976 sampai 1979.
Selama menjalankan masa baktinya di Negeri Kanguru, ia berperan aktif memperkuat hubungan bilateral antara pemerintah Indonesia dan Australia pada masa itu.