Televisi Republik Indonesia (TVRI) tercatat sebagai jaringan televisi publik berskala nasional pertama di Indonesia yang mulai mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962. Berdasarkan Undang-Undang No. 32/2002 tentang Penyiaran, stasiun televisi ini berstatus sebagai Lembaga Penyiaran Publik bersama Radio Republik Indonesia (RRI).
Gagasan berdirinya stasiun televisi pertama di tanah air kali pertama dicetuskan oleh Maladi pada tahun 1955 untuk membantu sosialisasi pemerintah. Usulan tersebut sempat ditolak kabinet karena dinilai terlalu mahal sebelum akhirnya kembali diajukan dan diterima menjelang perhelatan Asian Games keempat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePemerintah Indonesia lantas memasukkan proyek media massa televisi ke dalam pembangunan Asian Games IV di bawah Komando Urusan Proyek Asian Games ke-IV. Presiden Soekarno kemudian mengirimkan instruksi khusus kepada Maladi guna menyiapkan proyek penyiaran tersebut agar bisa tayang tepat waktu.
Siaran percobaan pertama TVRI sukses dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1962 bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-17 dari halaman Istana Merdeka Jakarta. Dua hari berselang, stasiun ini resmi menyiarkan upacara pembukaan Asian Games IV secara langsung dari Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Transformasi Organisasi dan Perluasan Jaringan TVRI
Perjalanan kelembagaan TVRI mengalami berbagai dinamika status mulai dari bagian organizing committee, berada di bawah Yayasan Bung Karno, hingga berbentuk yayasan murni. Status tersebut sempat menuai perdebatan terkait independensi pengelolaan sebelum akhirnya bertransformasi menjadi Lembaga Penyiaran Publik.
Dukungan pendanaan awal TVRI bersumber dari anggaran negara, penayangan iklan, iuran televisi, hingga sponsor komersial. Tenaga kerja serta bantuan teknis dari luar negeri turut dikerahkan pada masa awal pembentukan guna memperkuat fondasi penyiaran.
Upaya memperluas jangkauan siaran nasional mulai dirintis sejak tahun 1965 melalui pendirian stasiun penyiaran daerah di berbagai wilayah nusantara. Stasiun Yogyakarta menjadi titik awal pembangunan stasiun daerah yang kemudian disusul oleh Medan, Ujung Pandang, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya.
Kini, TVRI menjalankan tiga saluran televisi nasional dan puluhan stasiun televisi daerah yang didukung ratusan stasiun transmisi digital. Masyarakat juga dapat menikmati siaran berita serta hiburan melalui layanan streaming resmi dan aplikasi digital.