Universitas Mulawarman menjadi perguruan tinggi negeri kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur yang berpusat di Kota Samarinda. Kehadiran institusi ini mengukuhkan posisinya sebagai universitas tertua sekaligus terbesar di Pulau Kalimantan.
Nama Mulawarman diambil dari raja termasyhur dari Kerajaan Kutai Martapura yang berkuasa pada abad ke-4 hingga 5 Masehi. Penggunaan nama tersebut merepresentasikan akar sejarah kuat peradaban Hindu pertama di Nusantara yang berlokasi di tanah Kalimantan Timur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerguruan tinggi ini menorehkan pencapaian membanggakan dengan meraih status akreditasi unggul serta berada di jajaran universitas terbaik di Indonesia. Kapasitas akademik yang masif ditopang oleh jumlah mahasiswa aktif yang mencapai lebih dari 30.500 orang.
Aktivitas perkuliahan tersebar di beberapa lokasi strategis dengan kampus utama terletak di kawasan Gunung Kelua. Selain itu, fasilitas penunjang tersebar di Jalan Pahlawan, Jalan Banggeris, hingga Jalan Flores untuk melayani puluhan ribu mahasiswa.
Sejarah Perjuangan Pendirian Universitas Mulawarman
Gagasan pendirian perguruan tinggi di Kalimantan Timur bermula dari minimnya akses pendidikan tinggi pada era tahun 1960-an. Para pemuda daerah kala itu harus merantau jauh ke Banjarmasin, Makassar, ataupun pulau Jawa demi mengenyam pendidikan tinggi.
Merespons aspirasi masyarakat yang mendalam, Gubernur Abdoel Moeis Hassan menginisiasi pembentukan lembaga pendidikan tinggi. Pertemuan intensif bersama para pemuka masyarakat di Samarinda akhirnya membuahkan keputusan resmi pembentukan Perguruan Tinggi Mulawarman.
Tanggal 27 September 1962 kemudian ditetapkan sebagai hari kelahiran resmi institusi ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan. Status kelembagaan tersebut sempat mengalami dinamika sebelum akhirnya dikukuhkan secara resmi oleh Presiden Soekarno.
Fase awal operasional kampus hanya didukung oleh empat fakultas rintisan yaitu Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan, Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, serta Fakultas Pertambangan. Perjuangan panjang para tokoh pendiri berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kemajuan dunia pendidikan di Kalimantan.