Kreator serial Ganglands, Julien Leclercq, kembali menggebrak Netflix lewat karya terbarunya yang berjudul Elite Force. Serial thriller aksi ini menandai satu dekade kolaborasi sukses sang sutradara dengan platform streaming raksasa tersebut. Menariknya, proyek ini diklaim sebagai serial pertama yang diproduksi dengan kerja sama langsung dari pasukan elite Prancis, GIGN.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebagai sutradara yang sudah berpengalaman menggarap film bertema operasi taktis seperti The Assault pada 2010 lalu, Julien Leclercq kembali menunjukkan taringnya. Elite Force menyuguhkan aksi tembak-menembak yang presisi, pemosisian pasukan yang taktis, hingga simulasi penjinakan bom yang terasa sangat autentik. Akses khusus ke pasukan elite dunia nyata ini memberikan sentuhan realisme yang kuat pada setiap adegan intervensi sandera.
Namun, daya tarik utama serial ini tidak hanya terletak pada rentetan peluru. Elite Force justru memberikan porsi besar pada dinamika keluarga sang karakter utama, Sylvain. Penonton akan diajak melihat bagaimana hubungan Sylvain dengan rekan kerja yang sudah dianggap seperti saudara sendiri, hingga konflik personal bersama istrinya, Max, dan anak perempuannya.
Saat situasi terorisme mulai tidak terkendali dan memicu trauma mendalam, perilaku Sylvain mulai berubah menjadi sosok pria tangguh yang pendiam layaknya pahlawan aksi Hollywood. Beruntung, jajaran penulis yang dipimpin Julien Leclercq bersama Sylvain Caron, Victor Lockwood, Léa Raud, dan Elsa Vasseur, tidak membiarkan karakter ini menjadi hakim sendiri tanpa batas. Konfrontasi dialog antara Sylvain dengan komandan internal affairs, Saint-Juste yang diperankan Géraldine Pailhas, justru menjadi salah satu momen paling menegangkan sepanjang musim.
Meski berhasil menyajikan thriller kontraterorisme yang solid dengan beberapa plot twist yang mengejutkan, Elite Force bukan tanpa cela. Beberapa adegan drama keluarga pada paruh pertama serial terasa agak hambar dan fungsional. Selain itu, karakter Max yang dimainkan oleh Tristan Zanchi kurang diberikan ruang untuk berkembang lebih jauh selain menjadi tipikal rekrutan baru yang sering membangkang dan melakukan kesalahan.
Ketergantungan pada kiasan lama ini sayangnya sedikit memangkas porsi tampil para pemeran pendukung yang potensial, seperti Cédric yang dimainkan Guillaume Gouix dan sang ahli peledak Tanya yang diperankan Leanna Chen. Walau begitu, atmosfer ketegangan serial ini berhasil terjaga dengan baik berkat iringan musik yang kelam dari komposer Laurent Perez Del Mar.
Secara keseluruhan, apa yang dimulai sebagai tayangan taktis pasukan elite ini berhasil bertransformasi menjadi thriller aksi yang mendebarkan mirip dengan serial legendaris 24. Sentuhan dingin Julien Leclercq dalam mengarahkan adegan aksi terbukti mampu menyelamatkan serial ini dari beberapa kekurangan dalam pengembangan karakter, menjadikannya tontonan yang sangat layak untuk dinikmati.