Cara kerja ChatGPT dalam memberikan rekomendasi produk atau layanan kini menyita perhatian para praktisi pemasaran digital dunia. Berdasarkan analisis Search Engine Journal, model kecerdasan buatan tersebut rupanya sudah menyimpan daftar nama merek tertentu di dalam kueri pencarian pertamanya bahkan sebelum mengambil data dari internet.
Pengamatan mendalam terhadap kode respons menunjukkan bahwa ketika pengguna meminta rekomendasi umum tanpa menyebutkan merek, sistem secara otomatis merumuskan daftar pendek produk. Fenomena ini membuktikan bahwa rekomendasi yang muncul bukan murni hasil pengambilan data real-time, melainkan berasal dari memori internal model.
Sebagaimana dilaporkan oleh peneliti, dari puluhan pengujian di berbagai kategori produk, sebagian besar kueri awal langsung menyertakan nama merek spesifik secara mandiri. Hal ini mengindikasikan bahwa visibilitas sebuah merek di dalam ekosistem AI sangat bergantung pada seberapa kuat eksistensi digital dan jejak reputasi yang telah dibangun sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, temuan ini memberikan sudut pandang baru bagi para pelaku bisnis dalam mengoptimalkan strategi pemasaran berbasis kecerdasan buatan. Apabila sebuah merek gagal masuk ke dalam daftar pendek bawaan sistem, maka peluang untuk direkomendasikan kepada calon konsumen menjadi sangat kecil meskipun struktur situs web mereka sudah dioptimalkan dengan baik.